Bascarsija Square: Titik Temu Sejarah dan Budaya Sarajevo

Galmare Yulia R

Sebilj Fountain di Bascarsija Square

Balkan menyuguhkan ragam destinasi wisata dengan karakter unik di setiap negaranya. Di Bosnia dan Herzegovina, kamu bisa menemukan Sarajevo, kota bersejarah yang menjadi rumah bagi Bascarsija Square, salah satu kawasan paling ikonik dan mendunia.

Area ini dikenal sebagai jantung kota tua Sarajevo, tempat budaya Timur dan Barat bertemu dalam satu ruang yang hidup. 

Mulai dari bangunan bersejarah, pasar tradisional, hingga deretan kafe yang hangat, semuanya berpadu menciptakan suasana khas yang sulit dilupakan. Yuk, telusuri selengkapnya di sini.

Sejarah Singkat Bascarsija Square

Kawasan pertokoan di Bascarsija Square

Bascarsija Square telah menjadi pusat kehidupan Sarajevo sejak abad ke-15, tepatnya pada tahun 1462, ketika wilayah Bosnia berada di bawah kekuasaan Kesultanan Ottoman. 

Kawasan ini dibangun oleh Isa-Beg Isakovic, pendiri kota Sarajevo, sebagai pusat ekonomi dan sosial yang menyatukan aktivitas perdagangan, keagamaan, dan kehidupan masyarakat sehari-hari.

Baca Juga: Mengenal Belgrade, Ibu Kota Serbia di Persimpangan Sejarah Eropa

Pada masa kejayaannya, Bascarsija dikenal sebagai pasar terbesar di kawasan Balkan. Tercatat lebih dari 80 jenis profesi berkembang di area ini, mulai dari pandai besi, pembuat perhiasan, penenun kain, hingga pengrajin senjata dan tembaga. 

Perabotan dari perak yang dijual di Bascarsija Square

Setiap jalan bahkan diberi nama sesuai dengan jenis barang yang dijual, tradisi yang sebagian masih bertahan hingga kini.

Nama Bascarsija berasal dari bahasa Turki, yaitu kata baş yang berarti “utama” dan carsı yang berarti “pasar”, sehingga dapat diartikan sebagai “pasar utama”. 

Sebutan ini mencerminkan peran penting kawasan tersebut sebagai jantung perdagangan Sarajevo selama berabad-abad.

Meski sempat mengalami kebakaran besar pada abad ke-19 dan kerusakan akibat konflik, Bascarsija Square berhasil dipulihkan tanpa menghilangkan karakter aslinya. 

Daya Tarik Utama di Sekitar Bascarsija Square

Kawasan Bascarsija Square dipenuhi jalanan berbatu, bangunan tua, serta pasar tradisional yang selalu ramai. Suasana khas kota tua terasa kuat sejak langkah pertama menyusuri area ini.

Atmosfer yang autentik tersebut membuat kawasan ini menarik untuk dieksplorasi lebih jauh. Dari landmark bersejarah hingga pusat aktivitas lokal, ada banyak daya tarik yang bisa kamu temukan di sini, antara lain:

1. Sebilj Fountain

Burung merpati di sekitar Sebilj Fountain

Sebilj Fountain merupakan ikon paling terkenal di Bascarsija Square dan sering dianggap sebagai titik nol wisata di Sarajevo. 

Air mancur kayu ini dibangun pada tahun 1753 oleh Mehmed Pasha Kukavica, seorang pejabat Ottoman, sebagai fasilitas umum penyedia air minum bagi masyarakat.

Desain Sebilj Fountain sangat khas, dengan struktur kayu berbentuk paviliun dan atap menyerupai kubah yang mencerminkan gaya arsitektur Ottoman.

Keberadaannya di tengah alun-alun menjadikan tempat ini sebagai pusat aktivitas, titik temu, sekaligus latar favorit untuk berfoto.

Di sekeliling Sebilj Fountain, kamu bisa melihat burung merpati yang menjadi ciri khas kawasan ini dan menambah semarak di Bascarsija Square. 

Tak hanya itu, air mancur ini juga lekat dengan legenda lokal. Konon, siapa pun yang meminum air dari Sebilj Fountain dipercaya akan kembali lagi ke Sarajevo di kemudian hari.

2. Gazi Husrev-beg Mosque

Gazi Husrev-beg Mosque

Gazi Husrev-beg Mosque merupakan salah satu masjid terpenting dan paling bersejarah di Bosnia dan Herzegovina. 

Dibangun pada tahun 1530 oleh Gazi Husrev-beg, seorang gubernur Ottoman yang berpengaruh, masjid ini menjadi pusat keagamaan utama di Sarajevo hingga sekarang.

Arsitekturnya mencerminkan gaya Ottoman klasik, dengan kubah besar, menara yang menjulang, serta interior yang sederhana namun menghadirkan nuansa khusyuk. 

Kompleks masjid juga dilengkapi dengan madrasah, perpustakaan, dan makam Gazi Husrev-beg, yang menunjukkan perannya sebagai pusat pendidikan dan budaya Islam di kawasan Bascarsija.

Tabungan Umroh Sesuai Syariat

3. Vijecnica (Balai Kota Sarajevo)

Vijecnica

Vijecnica merupakan bangunan megah bergaya Moorish Revival yang terletak tidak jauh dari kawasan Bascarsija, tepat di tepi Sungai Miljacka. 

Bangunan ini dibangun pada akhir abad ke-19, saat Sarajevo berada di bawah pemerintahan Austro-Hungaria, dan dirancang sebagai simbol modernisasi kota pada masa tersebut.

Pada awalnya, Vijecnica berfungsi sebagai balai kota Sarajevo. Seiring waktu, bangunan ini dialihfungsikan menjadi Perpustakaan Nasional dan Universitas Bosnia dan Herzegovina, yang menyimpan ribuan koleksi buku serta manuskrip berharga. 

Namun pada tahun 1992, Vijecnica mengalami kerusakan parah akibat perang, yang menyebabkan banyak koleksi bersejarah musnah terbakar.

Setelah melalui proses restorasi panjang, Vijecnica akhirnya dibuka kembali pada tahun 2014. Kini, bangunan ini berfungsi sebagai ruang pameran, lokasi acara budaya, dan destinasi wisata.

4. Latin Bridge

Latin Bridge di Sarajevo

Latin Bridge adalah jembatan bersejarah yang melintasi Sungai Miljacka dan memiliki peran penting dalam sejarah dunia. 

Di dekat jembatan inilah terjadi peristiwa pembunuhan Archduke Franz Ferdinand pada tahun 1914, yang memicu Perang Dunia I.

Meski berukuran relatif kecil, Latin Bridge menyimpan makna sejarah besar. Lokasinya yang dekat dengan Bascarsija Square membuat jembatan ini mudah dikunjungi sambil berjalan kaki, sekaligus spot menarik untuk menikmati pemandangan Sungai Miljacka.

5. Sahat Kula

Sahat Kula

Sahat Kula atau Menara Jam Sarajevo merupakan salah satu menara jam tertinggi di kawasan Balkan. 

Keunikan menara ini terletak pada sistem waktunya yang menggunakan waktu lunar, yaitu waktu yang disesuaikan dengan jadwal sholat, bukan waktu standar Eropa.

Menara ini dibangun pada masa Ottoman dan memiliki tinggi sekitar 30 meter. Berlokasi di dekat Gazi Husrev-beg Mosque, Sahat Kula berfungsi sebagai penanda waktu sekaligus simbol kuat kehidupan religius yang masih terjaga di kawasan Bascarsija Square.

6. Bascarsija Mosque

Bascarsija Mosque juga dikenal sebagai Havadza Durak Mosque dan dibangun pada abad ke-16. 

Masjid ini termasuk salah satu yang tertua di Sarajevo dan lokasinya berada tepat di jantung kawasan Bascarsija sehingga mudah dikenali oleh wisatawan.

Baca Juga: Menjelajahi Hallstatt, Desa Bak Negeri Dongeng di Tepi Danau

Secara arsitektur, masjid ini menampilkan gaya Ottoman sederhana dengan kubah tunggal dan menara ramping. 

Meski ukurannya tidak besar, Bascarsija Mosque memiliki nilai sejarah tinggi karena menjadi bagian dari perkembangan awal Sarajevo pada masa Ottoman dan tumbuh bersama kawasan Bascarsija sebagai pusat perdagangan serta kehidupan sosial kota.

Wisata Kuliner Khas di Sekitar Bascarsija Square

Bosnian Coffee di Sarajevo

Belum lengkap rasanya berkunjung ke Bascarsija Square tanpa mencicipi kuliner khas Bosnia. 

Kawasan ini dikenal sebagai surga makanan tradisional yang legendaris, dengan banyak kedai yang telah berdiri puluhan tahun dan masih mempertahankan cita rasa autentik.

Beberapa menu yang patut kamu coba antara lain:

1. Cevapi

Cevapi merupakan daging panggang berbentuk kecil yang disajikan bersama roti pipih (somun), bawang cincang, dan saus khas. Hidangan ini sering dianggap sebagai makanan nasional Bosnia dan mudah ditemukan di hampir setiap sudut Bascarsija.

2. Burek

Burek adalah pastry gurih berlapis tipis dengan isian daging, keju, atau bayam. Paling nikmat disantap hangat, baik sebagai menu sarapan maupun camilan sore.

3. Bosnian Coffee

Bosnian Coffee disajikan secara tradisional menggunakan dzezva. Rasanya kuat namun halus dan biasanya dinikmati bersama gula batu atau lokum. Cara penyajiannya menjadi bagian penting dari budaya minum kopi di Bosnia.

4. Begova Corba

Begova Corba merupakan sup ayam kental dengan campuran sayuran dan rempah yang kaya rasa. Hidangan ini sering dianggap sebagai makanan rumahan khas Bosnia.

5. Baklava Bosnia

Baklava versi Bosnia memiliki rasa manis yang lebih ringan dibanding versi Timur Tengah. Tekstur pastry yang renyah dengan isian kacang menjadikannya penutup yang pas setelah menikmati hidangan utama.

Penutup

Bascarsija Square menjadi salah satu contoh bagaimana kawasan di Balkan menyimpan jejak sejarah sekaligus kehidupan kota yang masih berjalan hingga sekarang. 

Di Sarajevo, kawasan ini memperlihatkan perpaduan budaya Timur dan Barat yang membentuk identitas kota. 

Dengan suasana kota tua dan aktivitas lokal yang terus hidup, Bascarsija Square layak masuk dalam daftar destinasi saat menjelajahi kawasan Balkan.

Bagikan:

Diskon Spesial Milad Annisa

Tags

Galmare Yulia R

A passionate storyteller who loves creating words that inform and inspire.

Leave a Comment