Cegah MERS-CoV Selama Haji: Jangan Dekati Unta!

Fitria Zahrah

MERS-CoV (Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus) merupakan penyakit pernapasan yang pertama kali dilaporkan di Arab Saudi pada tahun 2012.

Penyakit ini disebabkan oleh virus korona dan dapat menimbulkan gejala mulai dari ringan hingga berat, bahkan fatal.

Mengingat tingginya risiko penularan selama musim haji, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta jemaah haji Indonesia untuk mewaspadai penularan MERS-CoV.

Diketahui bahwa MERS-CoV diidentifikasi dan dikaitkan dengan infeksi manusia yang berasal dari unta di beberapa negara di Timur Tengah, Afrika, dan Asia Selatan.

Pentingnya Pencegahan

Musim haji menarik jutaan umat Muslim dari seluruh dunia ke Arab Saudi. Kepadatan ini meningkatkan risiko penularan penyakit menular, termasuk MERS-CoV.

Virus ini dapat menular dari hewan ke manusia, dan dari manusia ke manusia melalui kontak dekat.

Baca juga: Cuaca Ekstrem Musim Haji, Arab Saudi Bisa 50 Derajat!

Diketahui bahwa MERS-CoV diidentifikasi dan dikaitkan dengan infeksi manusia yang berasal dari unta di beberapa negara di Timur Tengah, Afrika, dan Asia Selatan.

Langkah Pencegahan

Salah satu langkah pencegahan paling efektif adalah menghindari kontak dengan unta. Berikut beberapa langkah untuk mencegah infeksi MERS-CoV:

  1. Hindari kontak dengan unta. Jemaah haji diimbau untuk tidak mendekati unta, baik di peternakan, pasar hewan, atau tempat lainnya.
  2. Jangan mengonsumsi produk unta yang tidak dimasak. Hindari mengonsumsi susu unta yang tidak dipasteurisasi, daging unta yang kurang matang, dan produk lain yang berasal dari unta.
  3. Cuci tangan secara teratur. Jemaah dianjurkan untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, terutama setelah berinteraksi dengan hewan atau produk hewani.
  4. Gunakan masker. Menggunakan masker di tempat-tempat ramai dapat membantu mengurangi risiko penularan virus.
  5. Hindari kontak dekat dengan orang yang sakit. Jika ada jemaah lain yang menunjukkan gejala penyakit pernapasan, seperti batuk dan demam, hindari kontak dekat dengan mereka.

Gejala dan Tindakan Jika Terinfeksi

Gejala MERS-CoV meliputi demam, batuk, dan sesak napas. Pada kasus yang lebih parah, infeksi dapat menyebabkan pneumonia dan gagal ginjal.

Jika seorang jemaah mengalami gejala-gejala tersebut, segera cari bantuan medis. Penting untuk memberi tahu petugas kesehatan tentang riwayat perjalanan dan kemungkinan kontak dengan unta atau individu yang terinfeksi.

Perjalanan haji adalah ibadah yang penuh berkah, namun juga memerlukan kewaspadaan tinggi terhadap risiko kesehatan.

Daftar Sekarang!

Dengan mengikuti imbauan untuk menghindari kontak dengan unta dan menjaga kebersihan, jemaah dapat mengurangi risiko infeksi MERS-CoV dan penyakit menular lainnya.

Mari kita berupaya bersama untuk melaksanakan ibadah haji dengan aman dan sehat.

Segera rencanakan perjalanan Haji dan Umrah Anda dengan Annisa Travel dan nikmati kemudahan serta kenyamanan ibadah di tanah suci.

Dengan Annisa Travel, perjalanan ibadah Anda akan menjadi lebih berkesan dan bermakna.

Bagikan:

Tags

Fitria Zahrah

Annisa News - Copy Writer

Leave a Comment