10 Kota di China yang Muslim Friendly, Mana Saja?

Galmare Yulia R

Shanghai, salah satu kota di China yang Muslim friendly dan modern

Ingin wisata halal ke China dengan itinerary yang nyaman dan terencana? Kamu bisa mengatur perjalanan bersama Annisa Travel

Mulai dari liburan pribadi, business trip, hingga reward karyawan, semuanya bisa disiapkan sesuai kebutuhan.

Meski dikenal sebagai negara dengan budaya yang sangat beragam, China juga memiliki banyak kota yang ramah bagi wisatawan Muslim. 

Kamu bisa menjumpai masjid bersejarah, restoran halal, maupun komunitas Muslim lokal di beberapa wilayah.

Lalu, mana saja kota di China yang Muslim Friendly tersebut? Yuk, simak daftar lengkapnya di bawah ini.

1. Beijing 

Beijing, ibukota China sekaligus kota di China yang Muslim friendly

Sebagai ibu kota China, Beijing memiliki cukup banyak fasilitas ramah Muslim yang memudahkan wisatawan.

Kota ini juga menjadi rumah bagi komunitas Muslim Niujie yang berada di Distrik Xicheng. Di kawasan tersebut terdapat Niujie Mosque, masjid tertua dan terbesar di Beijing yang memadukan arsitektur istana Tiongkok dengan sentuhan kaligrafi Arab.

Area sekitarnya dikenal sebagai pusat kuliner halal. Kamu wajib mencoba mutton hot pot hingga jajanan lokal seperti jieduogao, yaitu kue ketan dengan isian kacang merah yang cukup populer di Beijing.

Baca Juga: Cara Mudah dan Praktis Mengurus Visa Turis China

Untuk kuliner Halal Peking Duck, kamu bisa menikmatinya di restoran legendaris seperti Zhongyi Lou atau Zhengyanghe.

Kawasan Niujie ini pun memiliki supermarket khusus produk halal yang selalu ramai dikunjungi warga lokal maupun wisatawan.

Tak hanya itu, beberapa hotel berbintang di area pusat kota kini semakin ramah Muslim dengan menyediakan pilihan sarapan halal hingga sajadah di kamar.

2. Shanghai

Shanghai mungkin dikenal sebagai kota modern penuh gedung pencakar langit, tetapi kota ini juga cukup nyaman untuk wisatawan Muslim.

Keberadaan komunitas Muslim di Shanghai sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Hal ini terlihat dari keberadaan Songjiang Mosque dan Xiaotaoyuan Mosque yang masih aktif digunakan hingga sekarang. 

Kawasan sekitar Huxi Mosque pun dikenal sebagai salah satu spot favorit pecinta kuliner halal. 

Setiap Jumat siang, area sekitar Masjid Huxi berubah menjadi pasar halal dadakan yang dipenuhi aroma sate domba, roti naan hangat, hingga makanan khas Asia Tengah. Suasana ini menjadi pengalaman unik yang jarang ditemukan di kota besar lain di China.

Selain itu, kamu juga bisa mencoba Halal Xiao Long Bao, versi halal dari pangsit kuah khas Shanghai yang terkenal dengan isiannya yang juicy dan hangat.

Beberapa pusat perbelanjaan besar di kawasan Nanjing Road dan Lujiazui kini pun mulai menyediakan multifaith prayer room.

Fasilitas ini memudahkan wisatawan Muslim untuk tetap nyaman beribadah di sela aktivitas wisata maupun belanja.

3. Guangzhou 

Sebagai salah satu kota di China yang Muslim friendly, Guangzhou memiliki sejarah panjang dengan komunitas Muslim yang telah berkembang sejak era perdagangan maritim kuno.

Kota ini dikenal sebagai salah satu gerbang awal masuknya Islam ke Tiongkok melalui jalur laut. 

Di sini terdapat Huaisheng Mosque dengan menara ikonik bernama “Light Tower”, yang dipercaya sebagai salah satu masjid tertua di dunia dan telah berdiri sejak masa Dinasti Tang.

Arsitekturnya unik karena memadukan gaya bangunan tradisional Tiongkok dengan sentuhan Timur Tengah yang khas. 

Kawasan sekitar masjid juga dipenuhi restoran halal yang menjual hidangan khas Muslim Hui hingga kuliner Xinjiang.

Menariknya, Guangzhou memiliki komunitas pedagang Muslim internasional yang cukup besar, terutama dari Timur Tengah, Asia Selatan, dan Afrika. 

Tidak heran jika beberapa kawasan kota terasa sangat multikultural dengan deretan toko halal, pasar rempah, hingga papan nama berbahasa Arab.

4. Lanzhou

Lanzhou

Lanzhou berada di jalur kuno Jalur Sutra sehingga kota ini memiliki perpaduan budaya Han, Hui, dan Asia Tengah yang cukup terasa, baik dari arsitektur maupun kulinernya.

Kota ini memiliki populasi Muslim Hui yang cukup besar sehingga budaya halal sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat lokal.

Lanzhou sangat terkenal dengan Lanzhou Beef Noodles, mi tarik khas China yang identik dengan kuah kaldu sapi bening dan dibuat menggunakan bahan halal.

Selain wisata kuliner, kamu bisa mengunjungi Xiguan Mosque yang megah. Masjid ini awalnya dibangun pada masa Dinasti Ming dan telah mengalami beberapa renovasi besar agar mampu menampung ribuan jamaah.

Di sekitar masjid, kamu akan menemukan area komersial dengan deretan toko yang menjual kurma, makanan halal, hingga perlengkapan ibadah.

Lanzhou juga memiliki Yellow River Halal Trail, yaitu jalur wisata di sepanjang Sungai Kuning yang menghubungkan taman kota, mushola, dan berbagai kedai halal. 

Semua titik di rute ini sudah terdata di aplikasi navigasi lokal sehingga mudah diakses wisatawan.

5. Xi’an

Xi’an adalah titik awal Jalur Sutra. Kota ini memiliki Xi’an Muslim Quarter atau Huimin Jie, salah satu kawasan Muslim paling ikonik di China dengan sejarah lebih dari 1.300 tahun.

Di kawasan ini terdapat Great Mosque of Xi’an. Masjid ini unik karena tidak memiliki kubah seperti masjid pada umumnya. Arsitekturnya mengikuti gaya tradisional Tiongkok dengan detail kaligrafi Arab di bagian dalamnya.

Muslim Quarter menjadi pusat kuliner halal yang selalu ramai. Suasananya hidup dari pagi hingga malam.

Di sini kamu bisa menemukan halal roujiamo, yangrou paomo, dan biang biang noodles yang dibuat dengan tarikan tangan.

Beberapa kedai sudah menyediakan informasi halal melalui kode QR. Sistem ini membantu wisatawan mengecek sertifikasi dengan lebih mudah. 

Fasilitas wudhu dan mushola juga tersedia di beberapa titik di area gang sekitar kawasan wisata.

Lokasinya berada di pusat kota Xi’an. Dari sini, kamu bisa mengunjungi Terracotta Army dan Drum Tower dengan mudah.

6. Xining

Dongguan Mosque

Xining adalah salah satu kota di China yang Muslim friendly karena menjadi rumah bagi komunitas Muslim Hui dan Tibet Muslim yang cukup besar.

Kota ini juga dikenal sebagai gerbang menuju wilayah barat laut China yang kaya akan budaya Islam dan pengaruh Asia Tengah.

Di Xining, kamu bisa menemukan banyak restoran halal dengan mudah. Mulai dari mi tarik, kebab, hingga daging yak (sapi gunung) yang sudah menjadi bagian dari kuliner sehari-hari masyarakat lokal. 

Salah satu pusat aktivitas Muslim di kota ini adalah Dongguan Mosque, masjid terbesar di wilayah Qinghai yang menjadi tempat ibadah utama sekaligus pusat kegiatan komunitas Muslim. Suasana di sekitar masjid sangat hidup, terutama saat waktu sholat dan hari besar Islam.

Selain wisata budaya, Xining juga dikenal sebagai titik awal menuju kawasan alam seperti Danau Qinghai, yang sering dikunjungi wisatawan setelah transit di kota ini. 

Kombinasi budaya Islam yang kuat dan akses ke wisata alam membuat Xining menjadi salah satu kota penting dalam jalur wisata Muslim di China.

7. Yinchuan 

Yinchuan adalah ibu kota Daerah Otonom Ningxia Hui dan menjadi salah satu pusat utama komunitas Muslim Hui di China. Proporsi penduduk Hui di wilayah ini termasuk yang tertinggi di negara tersebut.

Salah satu pusat aktivitas keagamaan utama adalah Nanguan Mosque yang menjadi masjid terbesar dan paling aktif di kota ini.

Masjid ini berfungsi sebagai tempat ibadah utama sekaligus pusat kegiatan komunitas Muslim, terutama pada hari Jumat dan perayaan besar Islam.

Selain itu, terdapat Najiahu Mosque yang dibangun pada masa Dinasti Ming. Masjid ini mempertahankan arsitektur tradisional Tiongkok dengan struktur kayu, atap bertingkat, dan halaman terbuka. 

Selain sebagai tempat ibadah, Najiahu juga menjadi lokasi pendidikan agama dan kegiatan sosial masyarakat sekitar.

Yinchuan juga memiliki regulasi makanan halal yang kuat. Produk makanan yang beredar, terutama daging dan olahan pangan, umumnya sudah melalui proses verifikasi halal  yang cukup ketat oleh pemerintah daerah sebelum dipasarkan.

8. Kunming

Kunming, salah satu kota di China yang Muslim friendly

Kunming adalah ibu kota Provinsi Yunnan. Kota ini memiliki komunitas Muslim Hui yang sudah lama menetap sejak masa Dinasti Ming.

Keberadaan komunitas ini terlihat dari Shuncheng Mosque yang berada di kawasan kota lama. 

Baca Juga: Petualangan di Gunung Mingsha: Bukit Pasir Bergema & Danau Bulan Sabit

Masjid ini masih aktif digunakan untuk sholat harian dan kegiatan keagamaan masyarakat Muslim setempat. 

Di Kunming, fasilitas halal tidak terkonsentrasi dalam satu kawasan khusus. Sebarannya lebih banyak di sekitar masjid dan beberapa titik pusat kota.

Sebagian besar tempat makan halal dikelola oleh keluarga Muslim lokal. Karena itu, menu yang ditawarkan cenderung sederhana dan mengikuti kebutuhan harian.

Salah satu yang paling umum adalah mi Yunnan versi halal yang disajikan dengan kuah kaldu ayam atau sapi.

Kunming juga berfungsi sebagai kota transit menuju Danau Dianchi dan kawasan alam di Yunnan. 

Di beberapa area wisata, terdapat penginapan yang menyediakan fasilitas ramah Muslim seperti pilihan makanan halal dan ruang ibadah sederhana untuk wisatawan.

9. Kasghar

Id Kah Mosque

Kashgar adalah kota di wilayah Xinjiang yang menjadi salah satu pusat budaya Uighur dan Islam paling kuat di China. 

Kota ini dulu sangat hidup sebagai pusat transit dan perdagangan di Jalur Sutra sehingga atmosfernya terasa berbeda dari kota-kota besar di pesisir China.

Identitas Islam di Kashgar terlihat jelas dalam kehidupan sehari-hari. Bahasa Uighur banyak digunakan selain Mandarin, dan aktivitas kota masih sangat dipengaruhi budaya tradisional.

Landmark utamanya adalah Id Kah Mosque yang juga menjadi masjid terbesar di China. Masjid ini sudah berdiri sejak abad ke-15 dan menjadi lokasi utama salat Jumat serta perayaan hari besar Islam dengan kapasitas jamaah yang besar.

Salah satu daya tarik khas Kashgar adalah kawasan permukiman tradisional yang masih dihuni dan digunakan untuk aktivitas harian.

Rumah-rumah tanah liat dan gang sempitnya masih mempertahankan bentuk asli tanpa banyak perubahan modern.

Kuliner lokal juga sangat dominan. Kamu bisa menemukan Kashgar Polo (nasi pilaf domba) dan teh rempah di kedai-kedai kecil.

Setiap hari Minggu, Sunday Bazaar menjadi pusat keramaian yang menjual rempah, tekstil, hingga karpet sutra secara tradisional.

10. Urumqi

Xinjiang International Grand Bazaar di Urumqi

Urumqi adalah ibu kota Xinjiang dan salah satu kota terbesar di wilayah barat laut China. Kota ini memiliki populasi Muslim yang cukup besar, terutama etnis Uighur dan Hui.

Peran Urumqi penting sebagai pusat ekonomi dan transportasi di kawasan Xinjiang modern. Kota ini juga menjadi titik penghubung perdagangan dan mobilitas menuju wilayah Asia Tengah.

Salah satu pusat aktivitas kota adalah Xinjiang International Grand Bazaar. Kawasan ini merupakan pasar besar yang menjual berbagai kebutuhan mulai dari makanan halal, rempah, pakaian, hingga produk khas budaya Uighur.

Di area pasar ini, kuliner halal sangat mudah ditemukan. Beberapa yang umum adalah kebab, laghman (mi tarik Uighur), dapanji (ayam piring besar), dan roti naan yang dipanggang langsung di oven tanah liat.

Selain pusat perdagangan, Ürümqi juga dikenal sebagai kota transit menuju kawasan pegunungan Tian Shan yang sering dikunjungi wisatawan setelah berada di pusat kota.

Penutup

Menjelajahi China kini bukan lagi tantangan bagi wisatawan Muslim. Dari kemegahan sejarah di Beijing hingga atmosfer Jalur Sutra di Kashgar, setiap kota menawarkan pengalaman budaya, wisata, dan kuliner halal dengan karakter yang berbeda-beda.

Dengan perencanaan yang tepat, perjalanan ke berbagai kota di China bisa terasa lebih praktis dan nyaman tanpa perlu khawatir soal fasilitas ibadah maupun makanan halal.

Kalau ingin perjalanan yang lebih terorganisir, kamu bisa merencanakan wisata halal ke China bersama Annisa Travel.

Mulai dari itinerary, akomodasi, hingga kebutuhan perjalanan lainnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan liburan maupun business trip kamu.

Siap merencanakan petualangan halalmu? Konsultasikan rencana perjalananmu sekarang melalui WhatsApp di 0811 356 7777.

Bagikan:

Diskon Spesial Milad Annisa

Tags

Galmare Yulia R

A passionate storyteller who loves creating words that inform and inspire.

Leave a Comment