8 Objek Wisata Paling Menarik di Marrakesh Maroko

Galmare Yulia R

Panorama kota Marrakesh Maroko

Salah satu kota di Maroko yang wajib kamu eksplorasi adalah Marrakesh. Kota yang kerap dijuluki sebagai “Kota Merah” ini terletak di sebelah barat daya kaki Pegunungan Atlas. 

Dikenal sebagai pusat budaya dan sejarah yang kaya, Marrakesh menawarkan perpaduan unik antara kemewahan modern dan tradisi klasik yang masih terjaga.

Apa saja keindahan yang bisa kamu temukan di Marrakesh Maroko? Simak ulasannya di bawah ini.

1. Jemaa el-Fnaa, Alun-Alun Paling Ikonik di Marrakesh Maroko

Jemaa el-Fnaa, alun-alun paling ikonik di Marrakesh Maroko

Jika ada satu tempat yang benar-benar menggambarkan kehidupan kota Marrakesh, maka jawabannya adalah Jemaa el-Fnaa.

Alun-alun ini dulunya berfungsi sebagai teater terbuka dan telah mendapat pengakuan sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO sejak 2001.

Tempat ini selalu ramai oleh pedagang, seniman jalanan, penjual makanan, hingga pertunjukan tradisional. Pada siang hari, kamu bisa mencicipi jus jeruk segar atau melihat atraksi penjinak ular dan monyet.

Baca Juga: Menjelajahi Kota Biru Chefchaouen: Labirin Cantik di Kaki Pegunungan Maroko

Saat sore menjelang malam, suasana di sini semakin hidup. Kamu bisa menemukan berbagai kuliner khas Maroko, menyaksikan pertunjukan musik, atau sekadar menikmati atmosfer kota tua yang unik.

Cobalah Harira, sup tomat dan kacang tradisional, atau Tanjia, daging domba yang dimasak lambat dalam pot tanah liat. Kedua hidangan ini merupakan makanan khas Marrakesh yang melambangkan kehangatan keluarga.

2. Menelusuri Labirin Souks di Medina

Souk Semmarine di Marrakesh Maroko

Medina Marrakesh adalah kawasan kota tua yang telah diakui sebagai situs Warisan Dunia oleh UNESCO sejak 1985.

Di sini kamu akan menemukan lorong-lorong sempit yang dipenuhi pasar tradisional atau souk. 

Salah satu yang paling terkenal adalah Souk Semmarine, jalur utama yang menjual berbagai tekstil, peralatan makan keramik, hingga lampu gantung khas Maroko yang berpendar indah.

Ada juga Souk Haddadine, area para pengrajin besi. Di tempat ini, kamu bisa mendengar dentuman palu yang ritmis sekaligus melihat langsung proses pembuatan dekorasi besi tempa.

Saat berbelanja di medina, menawar adalah bagian dari budaya lokal sekaligus bentuk interaksi sosial. Kamu bisa memulai tawaran sekitar sepertiga dari harga awal, lalu lakukan dengan santai dan tetap tersenyum.

3. Jardin Majorelle & Museum Yves Saint Laurent

Jardin Majorelle

Jika ingin menikmati suasana yang lebih tenang di kota Marrakesh, sempatkan berkunjung ke Jardin Majorelle. Taman botani ini terkenal dengan warna biru khas yang sering disebut Majorelle Blue.

Warna biru tua yang ikonik pada bangunan utama taman ini diciptakan oleh pelukis Prancis Jacques Majorelle. 

Perpaduan warna tersebut menciptakan kontras yang indah dengan area sekelilingnya, sehingga tidak heran jika tempat ini menjadi salah satu spot foto favorit wisatawan.

Selain warna birunya yang khas, taman ini juga menyimpan lebih dari 300 koleksi tanaman eksotis, termasuk berbagai jenis kaktus dari berbagai negara. 

Jalur taman yang tertata rapi serta bangunan artistik membuat suasananya terasa menenangkan sekaligus sangat fotogenik.

Taman ini pernah dimiliki oleh desainer terkenal Yves Saint Laurent. Tepat di sebelahnya berdiri Yves Saint Laurent Museum Marrakech, tempat kamu bisa melihat berbagai koleksi fashion yang terinspirasi dari warna dan budaya Marrakesh Maroko.

4. Istana Bahia, Simbol Kemegahan Abad ke-19

Istana Bahia di kota Marrakesh

Dibangun dengan ambisi menjadi istana terindah pada masanya, Istana Bahia merupakan salah satu bangunan bersejarah yang memperlihatkan kemewahan arsitektur khas Maroko. 

Istana yang dibangun pada abad ke-19 ini memiliki sekitar 160 ruangan yang dihiasi dengan berbagai detail artistik.

Salah satu bagian yang paling mencuri perhatian adalah halaman tengahnya yang luas. Area ini dilapisi marmer putih dan dikelilingi pilar-pilar berukir yang tampak megah sekaligus elegan.

Di dalam kompleks istana juga terdapat taman-taman tersembunyi atau riad yang dipenuhi pohon jeruk dan melati. 

Taman ini dirancang untuk memberikan suasana sejuk sekaligus menjaga privasi para penghuni istana pada masa lalu.

Saat berjalan menyusuri setiap sudutnya, kamu bisa melihat ukiran kayu yang rumit, mosaik keramik berwarna-warni, serta dekorasi tradisional yang masih terjaga hingga sekarang.

5. Madrasa Ben Youssef, Permata Arsitektur Islam di Marrakesh

Madrasa Ben Youssef

Salah satu bangunan bersejarah yang menarik untuk dikunjungi di kota Marrakesh adalah Ben Youssef Madrasa. 

Madrasah ini dahulu merupakan sekolah Islam terbesar di Maroko dan pernah menjadi tempat belajar bagi sekitar 800 pelajar dari berbagai wilayah.

Bangunan yang berdiri sejak abad ke-14 ini terkenal dengan arsitekturnya yang sangat detail. Dindingnya dihiasi ubin zellij berwarna-warni serta ukiran plesteran (stucco) yang menyerupai renda halus.

Saat memasuki area utamanya, kamu akan menemukan halaman tengah dengan kolam refleksi yang dikelilingi dinding berukir indah. Pemandangan ini menjadi salah satu spot yang paling sering diabadikan oleh para wisatawan.

Ukiran kayu cedar, kaligrafi Arab, serta mosaik keramik khas Maroko menghiasi hampir setiap sudut bangunan. Detail dekorasi tersebut menunjukkan keahlian para pengrajin pada masa itu sekaligus mencerminkan keindahan seni arsitektur Islam.

Di lantai atas terdapat deretan kamar kecil yang dahulu digunakan oleh para pelajar sebagai tempat tinggal. 

Meski sederhana, ruangan-ruangan ini memberikan gambaran tentang kehidupan para siswa yang pernah menuntut ilmu di madrasah ini.

6. Koutoubia Mosque, Landmark Tertinggi di Marrakesh

Masjid Koutoubia, landmark tertinggi di Marrakesh

Masjid Koutoubia merupakan landmark paling terkenal di Marrakesh Maroko. Menaranya yang menjulang setinggi sekitar 77 meter bahkan bisa terlihat dari berbagai sudut kota, sehingga sering menjadi titik orientasi bagi para wisatawan yang menjelajahi kota tua.

Menara ikonik ini juga menjadi inspirasi bagi beberapa bangunan terkenal lainnya, termasuk Giralda di Seville. Arsitekturnya menampilkan gaya khas Maroko dengan sentuhan seni Islam klasik yang elegan.

Baca Juga: Ouarzazate Maroko: Kota Gurun Eksotis yang Jadi Lokasi Syuting Film Dunia

Meskipun area dalam masjid hanya diperuntukkan bagi umat Muslim, taman dan halaman di sekitarnya tetap terbuka bagi pengunjung. 

Tempat ini sering menjadi lokasi favorit untuk berjalan santai atau menikmati suasana kota sambil mendengarkan kumandang adzan yang menggema dari menara masjid.

7. El Badi Palace, “Istana yang Tak Tertandingi”

El Badi Palace

Jika Bahia Palace dikenal sebagai simbol kemewahan yang masih utuh, maka El Badi Palace menjadi saksi bisu kejayaan masa lalu Marrakesh yang kini tersisa dalam bentuk reruntuhan megah.

Istana ini dibangun pada abad ke-16 oleh Sultan Ahmad al-Mansur untuk merayakan kemenangan besar dalam perang. 

Nama “El Badi” sendiri berarti “yang tak tertandingi”, mencerminkan ambisi sang sultan untuk membangun istana paling megah pada masanya. 

Pada masa kejayaannya, istana ini konon dihiasi emas, pirus, serta marmer yang didatangkan dari Italia.

Saat ini, sebagian besar kemewahan tersebut memang sudah hilang. Namun dinding-dinding bata merah yang tinggi serta halaman luasnya masih memperlihatkan skala kemegahan istana pada masa lalu.

Hal menarik lainnya adalah keberadaan sarang burung bangau besar yang sering terlihat di atas tembok istana. Burung-burung ini bahkan menjadi salah satu pemandangan khas yang unik bagi para pengunjung.

Saat ini, area luas El Badi Palace juga sering digunakan untuk berbagai acara budaya, termasuk Marrakech Popular Arts Festival yang menampilkan musik, tari, dan pertunjukan tradisional Maroko.

8. Saadian Tombs, Kompleks Makam Dinasti Saadian

Hall of Twelve Columns di Saadian Tombs

Saadian Tombs berasal dari abad ke-16 dan menjadi tempat peristirahatan terakhir para anggota Dinasti Saadian. 

Kompleks ini dibangun pada masa pemerintahan Sultan Ahmad al-Mansur, penguasa yang juga membangun El Badi Palace.

Setelah masa kejayaannya berakhir, makam ini sempat tersembunyi selama berabad-abad sebelum akhirnya ditemukan kembali oleh otoritas Prancis pada tahun 1917.

Ruangan yang paling terkenal adalah Hall of Twelve Columns, dengan pilar marmer Carrara dan langit-langit kayu berlapis emas. 

Ukiran kayu cedar, kaligrafi Arab, serta mosaik keramik khas Maroko menghiasi hampir seluruh bagian ruangan, menampilkan kemegahan seni arsitektur pada masa itu.

Meskipun tidak terlalu luas, Saadian Tombs menawarkan suasana tenang dan khidmat. 

Taman-tamannya yang asri serta ubin mosaik yang indah menambah rasa hormat terhadap leluhur sekaligus memberikan pengalaman visual yang memukau bagi wisatawan. 

Terletak tepat di samping Masjid Moulay El Yazid, pintu masuk menuju makam ini melewati lorong sempit yang seolah membawa pengunjung kembali ke masa lalu.

Penutup

Itulah 8 objek wisata paling menarik di Marrakesh Maroko yang siap memberikan pengalaman liburan tak terlupakan. 

Dari kemegahan istana bersejarah hingga ketenangan oasis di tengah kota, Marrakesh memang memiliki daya tarik magis yang sulit ditemukan di tempat lain.

Setiap sudut kota ini tidak hanya menawarkan keindahan visual, tetapi juga nilai sejarah dan budaya yang mendalam. 

Untuk mempermudah perjalananmu dan menikmati setiap destinasi dengan santai, kamu bisa merencanakan tur bersama Annisa Travel.

Jadi, objek wisata mana yang paling ingin kamu kunjungi saat berada di kota Marrakesh nanti? Yuk, hubungi tim Annisa Travel sekarang di 0811 356 7777 dan mulai rencanakan petualanganmu!

Bagikan:

Diskon Spesial Milad Annisa

Tags

Galmare Yulia R

A passionate storyteller who loves creating words that inform and inspire.

Leave a Comment