Niat Puasa Syaban Sekaligus Qadha Ramadhan, Apakah Boleh?

Galmare Yulia R

berbuka dengan kurma setelah niat puasa syaban sekaligus qadha ramadhan

Bulan Syaban merupakan bulan mulia yang menjadi “pintu gerbang” menuju Ramadhan. Pada bulan ini, catatan amal manusia diangkat kepada Allah SWT, sehingga menjadi momen istimewa untuk memperbanyak amal saleh, mulai dari umroh, bersedekah, hingga berpuasa.

Bagi kamu yang masih memiliki hutang puasa tahun lalu, bulan Syaban adalah kesempatan terakhir untuk melunasinya. 

Kabar baiknya, kamu bisa mengerjakan puasa sunnah Syaban sekaligus membayar hutang Ramadan (qadha) dalam satu hari yang sama.

Berikut adalah bacaan niat puasa Syaban sekaligus qadha Ramadhan yang perlu kamu ketahui.

Hukum Menggabungkan Niat Puasa Syaban Sekaligus Qadha Ramadhan

Banyak umat Muslim yang masih ragu apakah dua niat puasa dapat digabungkan dalam satu hari. 

Padahal, berdasarkan penjelasan para ulama, puasa qadha Ramadhan yang dikerjakan di bulan Syaban tetap sah dan bahkan dapat meraih keutamaan puasa sunnah Syaban.

1. Penjelasan Syekh Zainuddin al-Malibari dalam Kitab Fathul Mu’in

Syekh Zainuddin bin Abdul Aziz al-Malibari menjelaskan dalam kitab Fathul Mu’in bahwa seseorang yang melaksanakan puasa wajib pada hari yang memiliki keutamaan puasa sunnah tetap memperoleh keutamaan hari tersebut. 

Baca Juga: Paket Umroh Lailatul Qadr 2026 Lebaran di Mekkah

Hal ini karena maksud dari puasa sunnah adalah agar hari yang memiliki kemuliaan tidak berlalu tanpa ibadah.

Oleh sebab itu, puasa qadha Ramadhan yang dikerjakan di bulan Syaban telah memenuhi tujuan puasa sunnah Syaban, meskipun niat utamanya adalah puasa wajib.

2. Penjelasan Syekh Abu Bakar Syatha ad-Dimyathi dalam Kitab I’anatuth Thalibin

Dalam kitab I’anatuth Thalibin, dijelaskan bahwa satu amal ibadah dapat mengandung lebih dari satu niat selama jenis ibadahnya sama. 

Dalam konteks puasa, menggabungkan niat qadha Ramadhan dengan puasa sunnah Syaban diperbolehkan, dengan ketentuan bahwa niat puasa wajib harus menjadi prioritas utama karena sifatnya fardhu dan wajib dilunasi.

Bacaan Niat Puasa Syaban Sekaligus Qadha Ramadhan

Dalam praktiknya, niat puasa cukup dihadirkan di dalam hati. Namun, untuk membantu memantapkan niat, berikut dua bacaan yang biasa digunakan. Kamu dapat memilih salah satunya sesuai keyakinan.

1. Niat Gabungan (Qadha Ramadhan dan Puasa Sunnah Syaban)

Jika ingin menyebutkan kedua maksud puasa dalam satu niat, bacaan yang digunakan adalah sebagai berikut:

Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ وَسُنَّةِ شَهْرِ شَعْبَانَ لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin:
Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’i fardhi syahri Ramadhāna wa sunnati syahri Sya‘bāna lillāhi ta‘ālā.

Artinya:
“Aku berniat puasa esok hari untuk mengqadha puasa fardhu bulan Ramadhan dan puasa sunnah bulan Syaban karena Allah Ta‘ala.”

Paket Umroh Ramadhan 2026

2. Niat Qadha Ramadhan Saja (Keutamaan Sunnah Mengikuti)

Sebagaimana dijelaskan dalam kitab Fathul Mu’in, cukup dengan niat qadha Ramadhan, seseorang tetap diharapkan mendapatkan keutamaan puasa sunnah Syaban karena dikerjakan pada waktu yang mulia.

Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin:
Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’i fardhi syahri Ramadhāna lillāhi ta‘ālā.

Artinya:
“Aku berniat mengqadha puasa fardhu bulan Ramadhan esok hari karena Allah Ta‘ala.”

Batas Waktu Mengqadha Puasa Ramadhan

Idealnya, hutang puasa Ramadhan dilunasi sesegera mungkin. Namun, bagi kamu yang baru sempat mengqadhanya di bulan Syaban, berikut rambu-rambu waktu yang perlu diperhatikan:

1. Sebelum Hilal Ramadhan Terlihat

Batas akhir pelaksanaan qadha puasa Ramadhan adalah sebelum masuknya bulan Ramadhan berikutnya, yaitu hingga hari terakhir bulan Syaban. 

Baca Juga: Paket Umroh Lailatul Qadr 2026 Lebaran di Madinah

Ketika hilal Ramadhan telah ditetapkan dan memasuki 1 Ramadhan, maka kesempatan untuk mengqadha puasa Ramadhan sebelumnya telah berakhir. 

Oleh karena itu, jika kamu masih memiliki hutang puasa lebih dari satu hari, sebaiknya mulai mencicilnya sejak awal agar tidak kehabisan waktu.

2. Bagaimana dengan Hari-Hari Terakhir Syaban?

Larangan berpuasa satu atau dua hari sebelum Ramadhan (hari syak) berlaku untuk puasa sunnah tanpa sebab. 

Secara umum, umat Muslim dilarang berpuasa sunnah pada hari tersebut untuk membedakan antara bulan Syaban dan Ramadhan.

Namun, bagi orang yang memiliki kewajiban qadha puasa Ramadhan, tetap diperbolehkan berpuasa hingga hari terakhir bulan Syaban demi menyelesaikan kewajiban tersebut.

3. Risiko Menunda Hingga Melewati Waktu

Menunda qadha puasa tanpa udzur syar’i hingga masuk Ramadhan berikutnya merupakan perbuatan yang tidak dianjurkan. Menurut mayoritas ulama, orang yang melakukan hal tersebut tetap wajib mengqadha puasa setelah Ramadhan. 

Selain itu, ia juga diwajibkan membayar fidyah, yaitu memberi makan satu orang miskin untuk setiap satu hari puasa yang ditinggalkan, dengan ukuran sekitar 1 mud (±0,75 kg beras) per hari.

Penutup

Menggabungkan niat puasa Syaban sekaligus qadha Ramadhan merupakan salah satu bentuk kemudahan dalam syariat Islam. 

Dengan melaksanakan puasa qadha di bulan Syaban, seorang Muslim dapat menunaikan kewajiban puasa yang tertinggal sekaligus mengharapkan keutamaan bulan Syaban, sebagaimana dijelaskan oleh para ulama dalam kitab Fathul Mu’in dan I’anatuth Thalibin.

Bulan Syaban sendiri menjadi kesempatan terakhir sebelum memasuki bulan suci Ramadhan. Karena itu, menyegerakan qadha puasa sangat dianjurkan agar kewajiban tidak tertunda dan ibadah Ramadhan dapat dijalani dengan lebih tenang.

Bagikan:

Diskon Spesial Milad Annisa

Tags

Galmare Yulia R

A passionate storyteller who loves creating words that inform and inspire.

Leave a Comment