Nifsu Syaban: Makna, Keutamaan, dan Amalan yang Dianjurkan

Galmare Yulia R

Suasana malam nifsu syaban di Blue Mosque Turki

Nifsu Syaban menjadi salah satu momen yang paling dinantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia.

Malam ini dipercaya sebagai waktu yang penuh rahmat, terbukanya pintu ampunan, sekaligus momentum penting untuk mempersiapkan diri sebelum memasuki bulan suci Ramadhan.

Lantas, apa itu Nifsu Syaban dan keutamaannya? Simak pembahasannya berikut ini.

Pengertian Nifsu Syaban

Nifsu Syaban berasal dari kata nifsu yang berarti pertengahan. Istilah ini merujuk pada malam pertengahan bulan Syaban, tepatnya malam tanggal 15 dalam kalender Hijriah.

Dalam tradisi Islam, malam Nifsu Syaban juga dikenal sebagai Lailatul Maghfirah atau malam penuh ampunan. 

Baca Juga: Umroh Sya’ban 1447 H Plus Free City Tour Thaif – Berangkat 4 Februari 2026!

Karena posisinya yang strategis di antara Rajab dan Ramadhan, Nifsu Syaban dimaknai sebagai waktu transisi spiritual. 

Momentum ini menjadi pengingat agar kita tidak hanya fokus pada persiapan fisik menyambut bulan puasa, tetapi juga menata batin agar benar-benar siap beribadah secara maksimal.

Jadwal Nisfu Syaban 2026

Untuk tahun 2026, Nisfu Syaban jatuh pada pertengahan bulan Syaban 1447 H. Berdasarkan konversi kalender Hijriah ke Masehi, 15 Syaban 1447 H bertepatan dengan hari Selasa, 3 Februari 2026.

Perlu diperhatikan bahwa dalam kalender Islam, pergantian hari dimulai sejak matahari terbenam (waktu Maghrib). Oleh karena itu, jadwal Nisfu Syaban adalah sebagai berikut:

  • Malam Nisfu Syaban: dimulai pada Senin petang, 2 Februari 2026 setelah adzan Maghrib hingga menjelang Subuh Selasa, 3 Februari 2026.
  • Siang Nisfu Syaban: berlangsung pada Selasa, 3 Februari 2026 (waktu yang dianjurkan bagi yang ingin melaksanakan puasa sunnah Nisfu Syaban)

Paket Umroh Ramadhan 2026

Keutamaan Malam Nisfu Syaban

Salah satu keutamaan yang paling menonjol dari malam Nisfu Syaban adalah anugerah pengampunan dari Allah SWT. 

Malam ini dipandang sebagai waktu yang penuh keberkahan, di mana Allah SWT membuka pintu ampunan bagi hamba-hamba-Nya yang bersungguh-sungguh bertaubat dan memohon ampun.

Oleh karena itu, banyak umat Islam memanfaatkan momen Nisfu Syaban untuk memperbanyak ibadah, doa, dan istighfar sebagai bentuk pengharapan akan rahmat dan ampunan-Nya. 

Keutamaan ini sebagaimana disebutkan dalam sabda Rasulullah SAW:

“Sesungguhnya Allah SWT memperhatikan hamba-hamba-Nya pada malam Nisfu Syaban, lalu Dia mengampuni seluruh makhluk-Nya kecuali orang yang musyrik dan orang yang bermusuhan.”
(HR. Ibnu Majah dan Ath-Thabrani)

Hadis tersebut menjadi pengingat bahwa selain memperbanyak ibadah, membersihkan hati dari permusuhan dan menjaga kemurnian tauhid juga merupakan bagian penting dalam meraih ampunan Allah SWT pada malam Nisfu Syaban.

Amalan yang Dianjurkan di Malam Nisfu Syaban

Meski tidak ada ibadah khusus yang diwajibkan secara syar’i hanya untuk malam Nisfu Syaban, banyak muslim memanfaatkan kesempatan ini untuk memperbanyak amal salih dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. 

Berikut beberapa amalan yang umum dilakukan antara lain:

1. Memperbanyak Doa, Dzikir, dan Istighfar

Berdasarkan sejumlah riwayat, malam Nisfu Syaban dikenal sebagai waktu di mana Allah SWT melimpahkan ampunan kepada hamba-Nya. 

Oleh karena itu, memperbanyak istighfar sangat dianjurkan sebagai upaya membersihkan hati dan jiwa dari dosa-dosa yang telah lalu. 

Selain itu, umat Muslim juga dianjurkan untuk memanjatkan doa-doa terbaik, baik untuk kebaikan dunia maupun akhirat.

2. Mendirikan Sholat Malam (Qiyamul Lail)

Melaksanakan sholat sunnah malam seperti sholat Tahajud, sholat Hajat, maupun sholat Witir menjadi salah satu cara mendekatkan diri kepada Allah SWT. 

Baca Juga: 121 Ide Kegiatan Menyambut Ramadhan di Rumah, Sekolah, Lingkungan, dan Kantor

Beribadah pada malam Nisfu Syaban memberi ruang bagi setiap Muslim untuk berdoa dengan lebih khusyuk serta memperkuat keimanan dan ketakwaan.

3. Melaksanakan Puasa Sunnah

Menjalankan puasa sunnah pada hari Nisfu Syaban merupakan amalan yang dianjurkan. Secara kalender Hijriah, tanggal 15 Syaban termasuk dalam kategori Ayyamul Bidh (hari-hari pertengahan bulan) yang disunnahkan untuk berpuasa setiap bulannya. 

Puasa di bulan Syaban juga menjadi bentuk persiapan fisik dan mental sebelum memasuki ibadah puasa wajib di bulan Ramadhan.

4. Tadarus Al-Qur’an

Bulan Syaban sering disebut oleh para ulama sebagai bulan para pembaca Al-Qur’an (Syahrul Qurra). 

Membaca, mentadaburi, atau memperbanyak interaksi dengan Al-Qur’an pada malam Nisfu Syaban sangat dianjurkan karena dapat mendatangkan ketenangan batin serta meningkatkan kualitas spiritual.

5. Introspeksi Diri dan Rekonsiliasi Sosial

Salah satu hal yang ditekankan dalam malam Nisfu Syaban adalah pentingnya membersihkan hati dari kebencian dan permusuhan. 

Oleh karena itu, memaafkan kesalahan orang lain, memperbaiki hubungan sosial, serta menyambung kembali tali silaturahmi menjadi amalan yang sangat dianjurkan. 

Muhasabah atas amal perbuatan selama setahun terakhir juga menjadi langkah awal untuk memperbaiki diri ke arah yang lebih baik.

Penutup

Melalui Nifsu Syaban, setiap Muslim memiliki kesempatan untuk mulai menata diri sebelum datangnya bulan Ramadhan. 

Momen ini dapat dimanfaatkan untuk memperbanyak doa, memohon ampunan, serta memperbaiki sikap dan niat dalam keseharian. 

Dengan langkah-langkah sederhana tersebut, semoga Ramadhan dapat disambut dengan hati yang lebih siap dan penuh ketenangan.

Bagikan:

Diskon Spesial Milad Annisa

Tags

Galmare Yulia R

A passionate storyteller who loves creating words that inform and inspire.

Leave a Comment