Uzbekistan menjadi salah satu permata Asia Tengah yang makin diminati wisatawan Indonesia. Apalagi, kamu bisa bebas visa selama 30 hari untuk berkunjung ke negara ini. Menarik banget, kan?
Di antara berbagai kota bersejarah di Uzbekistan, Samarkand sering jadi pilihan utama untuk kunjungan pertama. Kota ini terkenal dengan ikon wisatanya yang mendunia, yaitu Registan Square, sebuah alun-alun bersejarah yang sarat nilai budaya dan arsitektur Islam.
Lalu, apa itu Registan Square dan beragam keunikannya? Yuk, kita bahas lebih lanjut di sini.
Apa Itu Registan Square?

Registan Square adalah alun-alun bersejarah yang berada di pusat kota Samarkand, Uzbekistan.
Kawasan ini mulai berkembang pada abad ke-15 Masehi, ketika Samarkand berada di bawah kekuasaan Kekaisaran Timuriyah dan dikenal sebagai salah satu kota terpenting di Jalur Sutra.
Nama Registan berasal dari bahasa Persia yang berarti “tempat berpasir”. Pada masa tersebut, hampir setiap kota di wilayah Mavarannahr memiliki alun-alun utama yang disebut Registan.
Baca Juga: Ibukota Uzbekistan: Mengenal Keindahan dan Sejarah Tashkent
Area ini memegang peran penting sebagai pusat administrasi, perdagangan, sekaligus tempat berkumpulnya para pengrajin dan masyarakat.
Peran Registan semakin menguat pada masa pemerintahan Timur (1370–1405), ketika kawasan ini berfungsi sebagai pusat aktivitas perdagangan kota. Seiring berjalannya waktu, fungsinya terus berkembang.
Saat Ulugh Beg berkuasa, Registan mulai ditata secara lebih terstruktur dan memiliki peran resmi, hingga akhirnya menjadi pusat kegiatan penting sekaligus simbol kebesaran Samarkand.
Hingga kini, Registan Square dikenal luas berkat perpaduan arsitektur Islam klasik dan seni Persia yang memukau.
Kubah-kubah berwarna biru, kaligrafi Arab yang halus, serta mosaik bermotif rumit menciptakan pemandangan yang langsung mencuri perhatian sejak pandangan pertama.
Tiga Madrasah Ikonik di Registan Square
Daya tarik utama Registan Square terletak pada tiga bangunan madrasah megah yang berdiri saling berhadapan. Masing-masing memiliki keunikan tersendiri:
1. Madrasah Ulugh Beg

Madrasah Ulugh Beg merupakan bangunan tertua di Registan Square, dibangun pada tahun 1417–1420 oleh Ulugh Beg, seorang penguasa sekaligus ilmuwan terkemuka pada masanya.
Ia dikenal sebagai astronom besar yang berperan penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan di Asia Tengah.
Secara arsitektur, bangunan ini terdiri dari dua lantai dengan portal besar yang menghadap langsung ke alun-alun Registan, serta menara di setiap sudutnya. Ornamen geometris dan motif bintang yang menghiasi bangunannya melambangkan kecintaan pada ilmu pengetahuan dan keteraturan alam semesta.
Di dalamnya terdapat sekitar 50 kamar hujra dan mampu menampung lebih dari seratus pelajar setiap tahunnya. Menariknya, Ulugh Beg sendiri turut mengajar di madrasah ini.
Madrasah Ulugh Beg sempat mengalami kerusakan akibat peperangan pada abad ke-18, sebelum akhirnya dipugar secara bertahap hingga akhir abad ke-20.
Kini, Madrasah Ulugh Beg telah ditetapkan sebagai bagian dari Situs Warisan Dunia UNESCO dan menjadi salah satu daya tarik utama wisata sejarah di Samarkand.
2. Madrasah Sher-Dor

Madrasah Sher-Dor dibangun antara tahun 1619–1636 atas perintah Yalangtush Bahadur, penguasa Samarkand pada masa Kekhanan Bukhara.
Bangunan ini dikenal sebagai salah satu madrasah paling mencolok di Registan Square, terutama karena desain fasadnya yang berbeda dari madrasah lain di sekitarnya.
Nama Sher-Dor, yang berarti “yang memiliki singa”, merujuk pada mosaik besar di pintu utamanya. Mosaik tersebut menampilkan gambar binatang mirip singa atau harimau yang sedang mengejar rusa putih, dengan latar matahari berwajah manusia di belakangnya.
Motif ini tergolong unik dan jarang ditemukan dalam arsitektur Islam klasik, yang umumnya menghindari penggambaran makhluk hidup. Keberanian desain tersebut mencerminkan perpaduan nilai lokal, simbol kekuasaan, serta pengaruh budaya pada masa pembangunannya.
Secara arsitektur, Madrasah Sher-Dor dirancang menyerupai Madrasah Ulugh Beg yang berdiri di seberang alun-alun Registan. Tata letaknya berbentuk persegi dengan halaman dalam, kamar-kamar siswa, dan ruang kelas yang tertata rapi.
Bangunan ini juga dihiasi ubin berwarna cerah, pola floral, serta kaligrafi Arab yang diambil dari ayat-ayat Al-Qur’an.
3. Madrasah Tilya-Kori

Madrasah Tilya-Kori merupakan madrasah ketiga yang melengkapi kompleks Registan Square di Samarkand, Uzbekistan.
Dibangun antara tahun 1646–1660 atas perintah Yalangtush Bahadur, bangunan ini memiliki peran penting sebagai pusat pendidikan Islam sekaligus masjid utama bagi kawasan Registan.
Nama Tilya-Kori, yang berarti “berlapis emas” atau “yang disepuh”, secara langsung menggambarkan kemewahan interiornya.
Bagian paling menonjol terdapat pada ruang masjid, di mana dinding dan kubahnya dihiasi ornamen emas, kaligrafi Arab yang halus, serta mosaik bernuansa biru yang menciptakan suasana khidmat dan megah dalam satu waktu.
Baca Juga: Agama di Uzbekistan: Sejarah, Fakta, dan Tradisi Masyarakatnya
Menariknya, sebelum menjadi madrasah, area ini diketahui pernah berfungsi sebagai karavanserai, tempat persinggahan para pedagang yang melintasi Jalur Sutra.
Proses pembangunan Tilya-Kori pun berlangsung cukup panjang dan baru diselesaikan secara menyeluruh pada era Soviet, seiring upaya restorasi dan pelestarian bangunan bersejarah di Samarkand.
Dengan posisinya yang berada di tengah Registan Square, Madrasah Tilya-Kori berperan sebagai elemen penyeimbang antara Madrasah Ulugh Beg dan Madrasah Sher-Dor.
Kehadirannya menyempurnakan tata ruang alun-alun sekaligus menjadi penutup harmonis dari salah satu kompleks arsitektur paling ikonik di Asia Tengah.
Waktu Terbaik Berkunjung ke Registan Square

Registan Square sebenarnya bisa dikunjungi sepanjang tahun, namun waktu paling ideal adalah pagi hari atau menjelang sore.
Pada pagi hari, suasana masih relatif sepi sehingga kamu bisa menikmati keindahan arsitektur madrasah dengan lebih leluasa.
Sementara itu, sore hari menawarkan cuaca yang lebih bersahabat dan pencahayaan alami yang membuat detail mozaik, ornamen geometris, hingga warna biru khas bangunan terlihat semakin hidup.
Jika ingin pengalaman berbeda, kunjungan malam hari juga sangat direkomendasikan. Registan Square akan diterangi lampu-lampu sorot yang menciptakan nuansa megah dan dramatis, cocok untuk menikmati suasana romantis sekaligus berburu foto estetik.
Penutup
Setelah menjelajahi Registan Square, kamu akan benar-benar merasakan kekayaan sejarah dan budaya Samarkand, di mana ketiga madrasahnya menampilkan arsitektur megah, dekorasi berwarna-warni, dan cerita menarik dari masa lalu.
Pilih waktu kunjungan yang tepat, baik pagi, sore, maupun malam, agar pengalamanmu semakin berkesan.
Jika ini kunjungan pertamamu ke Uzbekistan, Registan Square wajib masuk daftar utama. Supaya perjalananmu lebih nyaman dan menyeluruh, kamu bisa ikut wisata halal bersama Annisa Travel.
Dengan panduan yang tepat, setiap sudut Registan bisa dinikmati tanpa terlewatkan, membuat perjalananmu ke Samarkand tidak hanya seru, tetapi juga penuh momen berharga yang mudah diingat.









