Tertib Saat Tawaf: Mengapa Jamaah Wajib Menjaganya?

Galmare Yulia R

Para jamaah umroh yang tertib saat tawaf

Tawaf adalah salah satu rukun haji dan umroh yang paling ikonik. Mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan wujud ketaatan seorang hamba kepada Allah SWT. 

Ibadah ini dilakukan di pelataran Masjidil Haram yang hampir selalu dipadati jutaan jemaah dari berbagai belahan dunia.

Di tengah kepadatan tersebut, tertib saat tawaf bukan sekadar soal sopan santun, melainkan berkaitan erat dengan keselamatan jiwa dan keabsahan ibadah itu sendiri.

Lalu, mengapa ketertiban ini bernilai sangat krusial dalam tinjauan fiqih? Berikut penjelasannya.

1. Tawaf Adalah Ibadah yang Tata Caranya Sudah Ditentukan

Dalam fiqih, tawaf termasuk ibadah tauqifi, yaitu tata caranya harus mengikuti tuntunan Rasulullah SAW dan tidak boleh diubah sesuai keinginan pribadi. Nabi Muhammad bersabda:

“Ambillah dariku manasik (tata cara) haji kalian.” (HR. Muslim)

Artinya, pelaksanaan tawaf harus sesuai dengan contoh beliau: dilakukan tujuh putaran, berurutan, dan mengelilingi Ka’bah dengan benar.

Baca Juga: Makna Tawaf 7 Putaran: Kenapa Dilakukan Berlawanan Arah Jarum Jam?

Jika tidak teratur, misalnya melawan arus atau memotong jalur tanpa alasan yang dibenarkan, hal itu bisa mengganggu kesempurnaan putaran. 

Dalam kondisi tertentu, perilaku seperti ini bahkan bisa mempengaruhi sah atau tidaknya tawaf.

2. Kewajiban Menjaga Keselamatan Jiwa (Hifdzun Nafs)

Dalam Maqashid Syariah (tujuan hukum Islam), menjaga keselamatan nyawa adalah prioritas utama. Menyakiti atau membahayakan sesama Muslim saat beribadah hukumnya adalah haram.

Keinginan untuk lebih dekat ke Ka’bah tidak boleh diwujudkan dengan cara yang membahayakan orang lain. 

Menjaga keselamatan dan tertib saat tawaf berarti menjalankan perintah agama untuk saling melindungi dan menghindari mudarat.

Tabungan Umroh Sesuai Syariat

3. Mendahulukan Kewajiban daripada Sunnah

Sebagian jamaah berusaha keras mencium Hajar Aswad. Padahal, para ulama menjelaskan bahwa mencium Hajar Aswad hukumnya sunnah, sedangkan menjaga keselamatan dan tidak menyakiti orang lain adalah wajib.

Dalam praktiknya, menjaga tertib saat tawaf menjadi bagian dari upaya menunaikan kewajiban tersebut. 

Kaidah fiqih menyebutkan bahwa menolak kerusakan harus didahulukan daripada meraih kemaslahatan. Jika sebuah amalan sunnah berpotensi menimbulkan mudarat, meninggalkannya justru lebih utama.

4. Menghormati Hak Jamaah Lain

Setiap Muslim memiliki hak yang sama untuk beribadah dengan tenang dan khusyuk. Tawaf bukan ajang berebut posisi paling dekat dengan Ka’bah, melainkan momen untuk berdzikir dan berdoa.

Sikap tidak teratur dapat mengganggu kekhusyukan orang lain, mengambil ruang secara tidak adil, serta memicu kekacauan arus jamaah. 

Baca Juga: Hukum dan Keutamaan Tawaf Wada dalam Ibadah Haji dan Umroh

Dalam tinjauan fiqih, menjaga hak sesama Muslim merupakan kewajiban. Maka, keteraturan dalam tawaf menjadi bagian dari tanggung jawab syar’i yang tidak boleh diabaikan.

5. Menghindari Larangan Rafats dan Jidal

Saat berada dalam keadaan ihram, jamaah dilarang melakukan rafats yaitu berkata kotor, serta jidal yaitu berbantah-bantahan atau bertengkar. 

Kondisi yang tidak tertib kerap memicu emosi dan amarah hingga berujung pada adu mulut antar jamaah.

Karena itu, menjaga tertib saat tawaf membantu jamaah mengendalikan lisan dan hati agar tetap fokus pada dzikir dan doa. 

Dengan suasana yang tenang, ibadah menjadi lebih khusyuk dan peluang meraih haji atau umrah yang mabrur pun semakin besar.

Penutup

Menjaga tertib saat tawaf sangat penting karena membantu jamaah melaksanakan ibadah dengan aman, khusyuk, dan sesuai tuntunan syariat. 

Dengan tetap tenang, sabar, dan menghormati hak sesama, setiap putaran tawaf menjadi kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meraih haji atau umroh yang mabrur.

Ketertiban juga mencerminkan kesadaran dan kedewasaan dalam beribadah, serta rasa tanggung jawab terhadap sesama jamaah. 

Semakin tertib seorang jamaah, semakin nyaman suasana ibadah bagi semua orang, sehingga pahala dan keberkahan ibadah semakin lengkap.

Bagikan:

Diskon Spesial Milad Annisa

Tags

Galmare Yulia R

A passionate storyteller who loves creating words that inform and inspire.

Leave a Comment