Berdoa merupakan salah satu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Melalui doa, seorang muslim dapat memohon pertolongan, ampunan, rezeki, kesehatan, hingga berbagai kebaikan dunia dan akhirat kepada Allah SWT.
Meski Allah SWT dapat mengabulkan doa kapan saja, Islam juga mengajarkan bahwa terdapat beberapa waktu mustajab untuk berdoa yang memiliki keutamaan khusus.
Pada waktu-waktu tersebut, peluang doa untuk dikabulkan menjadi lebih besar karena merupakan momen yang penuh keberkahan dan rahmat dari Allah SWT.
Lalu, kapan saja waktu mustajab untuk berdoa yang dianjurkan dalam Islam? Simak penjelasannya berikut ini.
Apa Itu Waktu Mustajab?
Secara bahasa, kata mustajab berasal dari bahasa Arab yang berarti “dikabulkan” atau “mendapat jawaban”.
Dalam Islam, waktu mustajab untuk berdoa adalah waktu-waktu tertentu yang memiliki keutamaan khusus sehingga doa yang dipanjatkan pada saat tersebut lebih berpeluang untuk dikabulkan oleh Allah SWT.
Baca Juga: Jelajahi Tempat-Tempat Mustajab di Mekkah yang Patut Dikunjungi!
Meski demikian, bukan berarti doa yang dipanjatkan di luar waktu mustajab tidak akan diterima. Umat Islam tetap dianjurkan untuk berdoa kapan saja dan dalam kondisi apa pun.
Namun, memanfaatkan waktu-waktu yang dianjurkan dalam syariat dapat menjadi salah satu ikhtiar untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus meningkatkan harapan agar doa memperoleh jawaban terbaik dari-Nya.
Waktu Mustajab untuk Berdoa yang Wajib Kamu Tahu
1. Sepertiga Malam Terakhir
Sepertiga malam terakhir merupakan salah satu waktu yang paling utama untuk berdoa.
Waktu ini dimulai pada sepertiga bagian akhir malam, yaitu sekitar pukul 01.00–04.30 dini hari di sebagian besar wilayah Indonesia, meskipun dapat berbeda tergantung waktu Magrib dan Subuh setempat.
Pada waktu ini, suasana lebih tenang sehingga seseorang dapat lebih khusyuk dalam bermunajat kepada Allah SWT.
Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda:
“Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang terakhir setiap malamnya. Kemudian Allah berfirman: ‘Siapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, niscaya Aku beri. Siapa yang memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku ampuni.'”
Karena itu, banyak umat Islam memanfaatkan waktu ini untuk melaksanakan sholat tahajud, berzikir, membaca Al-Qur’an, dan memperbanyak doa.
2. Saat Sujud dalam Sholat
Sujud adalah posisi seorang hamba yang paling dekat dengan Allah SWT. Oleh sebab itu, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk memperbanyak doa ketika sujud.
Rasulullah SAW bersabda:
“Keadaan paling dekat seorang hamba dengan Rabbnya adalah ketika ia sedang sujud, maka perbanyaklah doa saat itu.” (HR. Muslim)
Pada saat sujud, kamu dapat memohon berbagai kebutuhan dan harapan dengan penuh kerendahan hati. Momen ini menjadi kesempatan yang sangat baik untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
3. Di Antara Adzan dan Iqamah
Waktu di antara adzan dan iqamah termasuk salah satu waktu mustajab untuk berdoa yang sering terlewatkan. Padahal, jeda beberapa menit tersebut memiliki keutamaan yang besar.
Setelah menjawab adzan dan membaca doa setelah adzan, manfaatkan waktu sebelum iqamah untuk berdoa, berzikir, dan memohon ampun kepada Allah SWT.
4. Setelah Sholat Fardu
Setelah menyelesaikan sholat wajib, seorang muslim dianjurkan untuk berdzikir dan berdoa. Momen ini penuh keberkahan karena seseorang baru saja menunaikan ibadah yang menjadi kewajiban utama dalam Islam.
Oleh karena itu, banyak ulama menganjurkan umat Islam untuk memanfaatkan waktu setelah sholat fardu guna memohon berbagai kebutuhan dan kebaikan kepada Allah SWT.
5. Hari Jumat, Terutama Setelah Ashar
Hari Jumat merupakan hari yang penuh kemuliaan dan keberkahan. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa terdapat satu waktu pada hari Jumat yang jika seorang muslim berdoa pada saat itu, doanya tidak akan ditolak oleh Allah SWT.
Banyak ulama berpendapat bahwa waktu tersebut berada setelah sholat Ashar hingga menjelang Magrib. Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa, zikir, dan istighfar pada waktu tersebut.

6. Saat Turun Hujan
Bagi sebagian orang, hujan mungkin dianggap menghambat aktivitas. Namun bagi seorang mukmin, hujan adalah tetesan rahmat. Berdoa saat hujan turun adalah waktu yang sangat dianjurkan.
Turunnya hujan merupakan salah satu tanda rahmat Allah SWT bagi makhluk-Nya.
Karena itu, Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak doa ketika hujan turun. Momen ini menjadi kesempatan yang baik untuk memohon ampunan, rezeki, kesehatan, dan berbagai kebaikan lainnya.
7. Ketika Berpuasa dan Saat Berbuka Puasa
Orang yang sedang berpuasa termasuk golongan yang doanya tidak tertolak. Karena itu, bulan Ramadhan maupun puasa sunnah menjadi kesempatan yang baik untuk memperbanyak doa.
Selain itu, waktu menjelang berbuka puasa juga termasuk waktu yang mustajab. Di saat tersebut, umat Islam dianjurkan untuk bermunajat kepada Allah SWT dan memohon berbagai kebaikan dunia maupun akhirat.
8. Ketika Bepergian atau Safar
Safar atau perjalanan termasuk salah satu keadaan yang memiliki keutamaan dalam berdoa. Dalam beberapa hadis disebutkan bahwa doa seorang musafir termasuk doa yang lebih mudah dikabulkan oleh Allah SWT.
Oleh sebab itu, saat melakukan perjalanan jauh, manfaatkan waktu tersebut untuk memperbanyak doa, zikir, dan memohon perlindungan serta keselamatan kepada Allah SWT.
9. Saat Menghadapi Kesulitan dan Musibah
Ketika menghadapi ujian hidup, seorang muslim dianjurkan untuk memperbanyak doa dan berserah diri kepada Allah SWT.
Dalam kondisi sulit, seseorang biasanya lebih sungguh-sungguh dan tulus dalam memohon pertolongan kepada-Nya.
Karena itu, jangan pernah berhenti berdoa saat menghadapi kesulitan, baik berupa masalah ekonomi, kesehatan, keluarga, maupun ujian kehidupan lainnya.
10. Ketika Minum Air Zamzam
Air Zamzam memiliki keistimewaan tersendiri dalam Islam. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa air Zamzam dapat menjadi sebab terkabulnya harapan sesuai dengan niat orang yang meminumnya.
Baca Juga: Kumpulan Doa Ketika di Raudhah dan Tips Memaksimalkan Waktu Ibadah
Oleh karena itu, ketika minum air Zamzam, umat Islam dianjurkan untuk memanjatkan doa dan memohon kebaikan, baik untuk urusan dunia maupun akhirat.
11. Pada Malam Lailatul Qadar
Malam Lailatul Qadar merupakan salah satu malam paling istimewa dalam Islam. Malam yang terjadi pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan ini memiliki keutamaan yang luar biasa, bahkan lebih baik daripada seribu bulan.
Pada malam tersebut, para malaikat turun ke bumi dengan membawa berbagai keberkahan dan rahmat dari Allah SWT. Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, membaca Al-Qur’an, berzikir, serta memanjatkan doa.
Salah satu doa yang dianjurkan Rasulullah SAW untuk dibaca pada malam Lailatul Qadar adalah:
“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.”
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.” (HR. Tirmidzi)
Memanfaatkan malam Lailatul Qadar untuk berdoa merupakan kesempatan yang sangat berharga bagi setiap muslim untuk memohon ampunan, keberkahan hidup, dan berbagai kebaikan dunia maupun akhirat.
Adab Berdoa agar Lebih Mudah Dikabulkan
Selain memanfaatkan waktu mustajab untuk berdoa, penting juga untuk memperhatikan adab saat berdoa. Dengan menjaga adab yang baik, doa yang dipanjatkan dapat menjadi lebih khusyuk dan penuh keikhlasan. Berikut beberapa adab berdoa yang dianjurkan dalam Islam:
- Menyucikan diri dengan berwudhu sebelum berdoa jika memungkinkan.
- Menghadap kiblat sebagai bentuk penghormatan dan kesungguhan dalam beribadah.
- Memulai doa dengan memuji Allah SWT dan membaca selawat kepada Nabi Muhammad SAW.
- Mengangkat kedua tangan saat berdoa sebagai bentuk kerendahan hati di hadapan Allah SWT.
- Berdoa dengan suara yang lembut dan tidak berlebihan.
- Menghadirkan hati, khusyuk, dan bersungguh-sungguh dalam memohon kepada Allah SWT.
- Berdoa dengan penuh keyakinan bahwa Allah SWT mendengar setiap permohonan hamba-Nya.
- Mengulang doa dan tidak bosan untuk terus meminta kebaikan kepada Allah SWT.
- Tidak tergesa-gesa atau berputus asa apabila doa belum dikabulkan.
- Memastikan makanan, minuman, dan harta yang digunakan berasal dari sumber yang halal.
Bagaimana Jika Doa Belum Kunjung Dikabulkan?
Berdoa pada waktu mustajab bukan berarti setiap permohonan akan langsung terwujud sesuai keinginan. Dalam Islam, Allah SWT selalu mendengar doa hamba-Nya dan memberikan jawaban dengan cara terbaik menurut hikmah-Nya.
Sebagaimana dijelaskan dalam hadis, doa seorang muslim dapat dikabulkan dalam beberapa bentuk, yaitu:
- Dikabulkan sesuai dengan apa yang diminta.
- Ditunda hingga waktu yang lebih baik menurut kehendak Allah SWT.
- Diganti dengan kebaikan lain atau dijauhkan dari keburukan yang sebanding.
Karena itu, seorang muslim dianjurkan untuk tetap berprasangka baik kepada Allah SWT, terus berdoa, dan tidak mudah berputus asa meskipun belum melihat hasilnya secara langsung.
Penutup
Waktu mustajab untuk berdoa merupakan momen-momen istimewa yang dianjurkan untuk dimanfaatkan oleh setiap muslim.
Beberapa di antaranya adalah sepertiga malam terakhir, saat sujud dalam sholat, di antara adzan dan iqamah, hari Jumat, ketika hujan turun, hingga malam Lailatul Qadar.
Meski terdapat waktu-waktu yang memiliki keutamaan khusus, umat Islam tetap dapat berdoa kapan saja dan di mana saja. Yang terpenting adalah berdoa dengan penuh keikhlasan, keyakinan, serta mengikuti adab yang telah diajarkan dalam Islam.
Dengan memahami berbagai waktu mustajab untuk berdoa, semoga kamu dapat lebih optimal dalam memanfaatkan setiap kesempatan untuk bermunajat dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.









