Sa’i merupakan salah satu rangkaian ibadah dalam haji dan umroh yang dilakukan dengan berjalan kaki bolak-balik antara Bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali.
Prosesi ini menjadi pengingat akan perjuangan Siti Hajar, istri Nabi Ibrahim AS, yang berlari-lari kecil mencari air untuk putranya, Ismail AS. Sebuah kisah yang sarat makna tentang usaha, harapan, dan keteguhan hati.
Setiap langkah dalam Sa’i bukan hanya gerakan fisik, tapi juga bentuk penghambaan diri yang dipenuhi doa dan harapan.
Yuk, pelajari makna dan doa-doa yang dibaca saat Sa’i agar ibadahmu semakin khusyuk dan bermakna!
Pengertian Sa’i
Secara harfiah, sa’i berarti “usaha” atau “upaya”. Dalam konteks ibadah haji dan umroh, sa’i merupakan simbol kesungguhan dan ketergantungan total seorang hamba kepada Allah SWT dalam mencari rahmat dan pertolongan-Nya.
Ibadah ini dilakukan dengan berjalan kaki di antara Bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali.
Baca Juga: Travel Umroh Terpercaya di Jakarta Selatan
Pada sebagian jalur, jemaah disunnahkan untuk berlari-lari kecil, khususnya di antara dua tanda hijau, sebagai bentuk meneladani perjuangan Siti Hajar.
Sa’i bukan sekadar gerakan fisik, tetapi juga perwujudan doa dan keteguhan hati dalam menghadapi ujian hidup, dengan tetap berserah diri kepada Allah SWT.
Panduan Pelaksanaan Sa’i
Berikut langkah-langkah dalam melaksanakan Sa’i selama ibadah haji dan umroh:
1. Memulai dari Bukit Shafa
Pelaksanaan Sa’i dimulai dari Bukit Shafa. Saat tiba di sana, jamaah dianjurkan menghadap ke arah Ka’bah dan membaca niat Sa’i terlebih dahulu.(Lihat bagian Doa-Doa Sa’i).
2. Berjalan menuju Bukit Marwah
Mulailah berjalan menuju Bukit Marwah. Di antara dua tanda hijau, disunnahkan bagi laki-laki untuk berlari-lari keci, sedangkan perempuan tetap berjalan biasa.
Baca Juga: Penjelasan Lengkap Tentang Hukum Badal Umroh dan Syaratnya
3. Tiba di Bukit Marwah
Setibanya di Marwah, lakukan hal yang sama seperti di Shafa, yakni berdzikir, berdoa, dan memohon kepada Allah SWT.
4. Melakukan tujuh kali perjalanan
Perjalanan dari Shafa ke Marwah dihitung satu kali, dan dari Marwah ke Shafa dihitung satu kali lagi. Jadi, totalnya adalah tujuh kali perjalanan, dan berakhir di Bukit Marwah.
5. Menjaga kekhusyukan
Sepanjang prosesi, perbanyaklah dzikir, doa, dan istighfar. Hindari berbicara hal-hal yang tidak perlu agar tetap terjaga kekhusyukan ibadah.

Doa-Doa Selama Sa’i
Berikut ini adalah beberapa doa yang bisa kamu baca selama menunaikan Sa’i, mulai dari saat berada di Bukit Shafa hingga selesai di Bukit Marwah:
1. Niat Sa’i
Sebelum memulai sa’i, jamaah membaca niat sebagai bentuk kesiapan hati dan kesungguhan dalam beribadah.

2. Doa saat tiba di atas Bukit Shafa dan menghadap Ka’bah
Saat tiba di Bukit Shafa, menghadaplah ke arah Ka’bah, angkat kedua tangan, dan bacalah:

3. Doa di antara dua pilar hijau
Saat berlari-lari kecil di antara dua tanda hijau, bacalah doa berikut:

4. Doa ketika sampai di Bukit Marwah (selesai Sa’i)
Saat sampai di Bukit Marwah pada putaran ke-7 dan menyelesaikan Sa’i, bacalah doa ini sebagai penutup:

Kesimpulan
Sa’i bukan hanya sekadar aktivitas fisik, tetapi juga merupakan bentuk penghambaan dan pengharapan seorang hamba kepada Sang Khaliq.
Tidak ada doa khusus yang diwajibkan selama Sa’i, namun sangat dianjurkan untuk memperbanyak dzikir, doa, serta permohonan pribadi sesuai kebutuhan hati.
Selama rukun dan syarat Sa’i terpenuhi, ibadah ini tetap sah meskipun tanpa bacaan-bacaan tertentu.
Dengan niat yang ikhlas dan hati yang tulus, kita berharap agar setiap langkah dalam Sa’i diterima oleh Allah SWT sebagai amal yang membawa keberkahan.
Semoga dengan mengikuti panduan dan bacaan yang dianjurkan, kita dapat menjalankan Sa’i dengan khusyuk dan meraih ridha-Nya.