Kisah Isra Miraj: Perjalanan Agung Nabi Muhammad SAW dan Hikmahnya

Galmare Yulia R

Ilustrasi malam terjadinya kisah Isra Miraj

Kisah Isra Miraj membawa pesan yang sangat mendalam bagi umat Islam, terutama tentang keimanan dan kewajiban sholat.

Perjalanan luar biasa ini dialami oleh Nabi Muhammad SAW sebagai mukjizat sekaligus bukti kebesaran dan kuasa Allah SWT.

Lalu, peristiwa apa saja yang dialami beliau dalam perjalanan tersebut? Simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

Latar Belakang Terjadinya Isra Miraj

Kisah Isra Miraj terjadi pada masa yang sangat berat dalam kehidupan Nabi Muhammad SAW, yang dikenal sebagai ‘Amul Huzn atau tahun kesedihan. Pada periode ini, Rasulullah SAW kehilangan dua sosok pelindung dan pendukung utama dakwahnya, yaitu Khadijah RA dan Abu Thalib.

Kepergian keduanya membuat perjuangan dakwah Nabi Muhammad SAW semakin berat. Selain menanggung kesedihan mendalam secara pribadi, beliau juga menghadapi penolakan yang semakin keras dari kaum Quraisy di Mekkah, termasuk ejekan dan penindasan.

Baca Juga: Mengenal Jabal Uhud, Sebuah Saksi Bisu Perang Uhud

Dalam kondisi penuh ujian tersebut, Rasulullah SAW tetap menjalankan dakwah dengan penuh kesabaran dan keteguhan iman. Sebagai bentuk kasih sayang dan penghiburan, Allah SWT menganugerahkan peristiwa Isra Miraj kepada Nabi Muhammad SAW.

Isra Miraj merupakan perjalanan agung yang terdiri dari dua peristiwa besar yang terjadi dalam satu malam, yaitu pada tanggal 27 Rajab tahun ke-12 kenabian. 

Peristiwa ini bukan sekadar mukjizat, tetapi juga sarana bagi Allah SWT untuk memperlihatkan tanda-tanda kebesaran-Nya, sebagaimana dijelaskan dalam Surah Al-Isra ayat 1:

“Maha Suci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.”

Perjalanan Isra: Dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa

Dome of the Rock Masjidil Aqsa dalam kisah Isra Miraj

Perjalanan Isra merupakan bagian pertama dari kisah Isra Miraj. Dalam peristiwa ini, Nabi Muhammad SAW diperjalankan oleh Allah SWT dari Masjidil Haram di Mekkah menuju Masjidil Aqsa di Palestina dalam satu malam. 

Rasulullah SAW melakukan perjalanan tersebut dengan mengendarai Buraq dan ditemani oleh Malaikat Jibril.

Dalam perjalanan Isra, Nabi Muhammad SAW singgah di beberapa tempat yang memiliki nilai sejarah penting dalam perjalanan dakwah para nabi. Di antaranya adalah Madinah, yang kelak menjadi tempat hijrah; Bukit Sinai, tempat Nabi Musa AS menerima wahyu, serta Bethlehem, yang dikaitkan dengan kelahiran Nabi Isa AS. 

Pada setiap tempat persinggahan tersebut, Rasulullah SAW berhenti sejenak dan melaksanakan sholat dua rakaat, sebagai bentuk ibadah dan penghormatan terhadap tempat-tempat yang diberkahi.

Setibanya di Masjidil Aqsa, Rasulullah SAW menambatkan Buraq di tempat yang biasa digunakan para nabi terdahulu. Di sana, beliau melaksanakan sholat dan menjadi imam bagi para nabi dan rasul. 

Peristiwa ini menegaskan kedudukan Nabi Muhammad SAW sebagai penutup para nabi dan rasul, sekaligus menunjukkan keterkaitan ajaran Islam dengan risalah tauhid yang dibawa oleh para nabi sebelumnya.

Umroh Private

Perjalanan Miraj: Naik ke Langit Hingga Sidratul Muntaha

Setelah itu, Rasulullah SAW melanjutkan perjalanan Miraj bersama Malaikat Jibril, naik menembus tujuh lapis langit hingga Sidratul Muntaha untuk menghadap Allah SWT. 

Dalam perjalanan ini, beliau bertemu dengan para nabi terdahulu di setiap lapisan langit, yaitu:

  • Langit pertama, bertemu Nabi Adam AS
  • Langit kedua, bertemu Nabi Yahya AS dan Nabi Isa AS
  • Langit ketiga, bertemu Nabi Yusuf AS
  • Langit keempat, bertemu Nabi Idris AS
  • Langit kelima, bertemu Nabi Harun AS
  • Langit keenam, bertemu Nabi Musa AS
  • Langit ketujuh, bertemu Nabi Ibrahim AS

Di langit ketujuh, Rasulullah SAW juga diperlihatkan Baitul Ma’mur, tempat para malaikat beribadah dan thawaf setiap hari.

Puncak perjalanan Miraj terjadi di Sidratul Muntaha. Di tempat inilah Nabi Muhammad SAW menerima perintah sholat sebanyak 50 waktu dalam sehari semalam. 

Atas saran Nabi Musa AS, Rasulullah SAW memohon keringanan kepada Allah SWT hingga akhirnya sholat ditetapkan menjadi 5 waktu, dengan pahala yang tetap setara dengan 50 waktu sholat.

Cara Menyikapi Kisah Isra Miraj bagi Umat Islam

Peristiwa Isra Miraj mengandung pesan keimanan dan ibadah yang penting untuk dipahami serta diamalkan oleh umat Islam. Oleh karena itu, Isra Miraj perlu disikapi dengan sikap yang tepat agar hikmahnya dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.

1. Mengokohkan keimanan kepada Allah SWT

Isra Miraj menjadi pengingat bahwa kekuasaan Allah SWT melampaui batas nalar manusia. Meyakini peristiwa ini dengan penuh keimanan merupakan bagian dari sikap seorang muslim dalam menerima kebesaran-Nya.

2. Menjaga sholat lima waktu sebagai kewajiban utama

Perintah sholat yang diterima Rasulullah SAW dalam peristiwa Isra Miraj menegaskan kedudukannya sebagai ibadah paling utama dalam Islam. 

Sholat menjadi satu-satunya kewajiban yang diperintahkan langsung oleh Allah SWT tanpa perantara, sehingga pelaksanaannya tidak boleh dianggap ringan. 

Baca Juga: Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW yang Relevan di Era Modern

Umat Islam dituntut untuk menjaga sholat lima waktu dengan tepat waktu, penuh kesadaran, dan kekhusyukan sebagai bentuk ketaatan dan kedekatan kepada Allah SWT.

3. Meneladani kesabaran dan keteguhan Nabi Muhammad SAW

Isra Miraj terjadi pada masa yang penuh ujian dalam kehidupan Rasulullah SAW. Peristiwa ini mengajarkan bahwa kesabaran dan keteguhan iman merupakan sikap utama dalam menghadapi cobaan hidup. 

Umat Islam diajak untuk meyakini bahwa setiap kesulitan yang dihadapi dengan kesabaran dan keikhlasan akan selalu disertai pertolongan serta kemudahan dari Allah SWT.

4. Memperbaiki akhlak dalam kehidupan bermasyarakat

Perintah sholat yang diterima Rasulullah SAW tidak hanya bermakna ibadah ritual, tetapi juga memiliki dampak nyata terhadap pembentukan akhlak. Sholat yang dijalankan dengan kesadaran dan kekhusyukan akan membimbing seseorang untuk bersikap jujur, bertanggung jawab, serta menjaga hubungan baik dengan sesama. 

Oleh karena itu, hikmah Isra Miraj mendorong umat Islam untuk menjadikan ibadah sebagai fondasi dalam membangun perilaku yang santun, adil, dan penuh kepedulian dalam kehidupan bermasyarakat.

5. Menjadikan Isra Miraj sebagai momen refleksi diri

Peringatan Isra Miraj dapat dijadikan sarana untuk mengevaluasi kualitas ibadah dan hubungan dengan Allah SWT, sekaligus memperbaiki sikap dan perilaku agar lebih selaras dengan ajaran Islam.

Penutup

Kisah Isra Miraj adalah peristiwa luar biasa dalam sejarah Islam yang mengandung pelajaran mendalam bagi kehidupan umat Muslim. 

Melalui perjalanan ini, Allah SWT menegaskan pentingnya keimanan, ketaatan, dan kedudukan sholat sebagai tiang agama.

Dengan memahami rangkaian peristiwa Isra dan Miraj, umat Islam diharapkan mampu mengambil hikmah untuk memperbaiki kualitas ibadah, memperkuat keteguhan iman, serta menerapkan nilai-nilai akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. 

Isra Miraj menjadi pengingat bahwa setiap perintah Allah SWT selalu membawa kebaikan dan keberkahan bagi hamba-Nya yang taat.

Bagikan:

Diskon Spesial Milad Annisa

Tags

Galmare Yulia R

A passionate storyteller who loves creating words that inform and inspire.

Leave a Comment