15 Makanan Khas Madinah yang Wajib Dicoba Saat Umroh 

Galmare Yulia R

Kunafa, salah satu makanan khas Madinah yang banyak diburu jamaah

Dengan Private Umroh bersama Annisa Travel, kamu dan keluarga bisa beribadah dengan ritme yang lebih tenang. Jadwal perjalanan yang lebih fleksibel juga memberikan kesempatan untuk menikmati berbagai pengalaman selama berada di Tanah Suci.

Salah satunya adalah mencicipi makanan khas Madinah yang terkenal akan cita rasa Timur Tengah yang autentik. Selain menjadi pelengkap perjalanan ibadah, wisata kuliner juga dapat menjadi cara untuk mengenal budaya dan tradisi masyarakat setempat.

Lantas, hidangan apa saja yang wajib masuk daftar kuliner selama berada di Kota Nabi? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

1. Roti Tamees (Tamees Bread)

Roti Tamees merupakan salah satu menu sarapan yang paling mudah ditemukan di Madinah

Roti tradisional ini berbentuk pipih dan berukuran cukup besar, dengan tekstur lembut di bagian dalam serta sedikit renyah di permukaannya. Adonannya biasanya diberi taburan wijen atau jintan hitam yang menambah aroma khas saat dipanggang.

Masyarakat setempat umumnya menikmati roti Tamees bersama keju, madu, atau hidangan berbahan kacang seperti ful medames.

Roti ini banyak dijual di toko roti tradisional dan sering dibeli dalam kondisi masih hangat untuk disantap bersama keluarga. 

Karena rasanya yang sederhana dan mengenyangkan, Tamees menjadi pilihan favorit untuk memulai aktivitas sehari-hari.

2. Heesah

Salah satu makanan khas Madinah yang memiliki cita rasa unik adalah Heesah. Hidangan tradisional ini dibuat dari campuran kurma yang dihaluskan, tepung gandum, dan mentega yang dimasak hingga menghasilkan tekstur lembut menyerupai bubur.

Baca Juga: Berkunjung ke Masjid Quba: Menyelami Sejarah & Keistimewaannya

Rasa manisnya berasal dari kurma sehingga tidak memerlukan banyak tambahan gula. Selain lezat, Heesah juga dikenal sebagai makanan yang kaya energi dan sering disajikan saat cuaca dingin atau pada momen-momen tertentu. 

Kuliner ini menjadi salah satu contoh bagaimana masyarakat Madinah memanfaatkan kurma sebagai bahan utama dalam berbagai hidangan tradisional.

3. Manto

Manto adalah hidangan yang menunjukkan pengaruh budaya Asia Tengah dalam kuliner Arab Saudi. Makanan ini berupa dumpling atau pangsit kukus yang berisi daging cincang berbumbu, biasanya daging sapi atau domba.

Setelah matang, Manto disajikan dengan saus tomat dan yoghurt yang memberikan perpaduan rasa gurih, asam, dan segar. Teksturnya yang lembut membuat makanan ini cukup digemari oleh berbagai kalangan. 

Meski berasal dari luar Arab Saudi, Manto cukup mudah ditemukan di sejumlah restoran Madinah dan menjadi salah satu menu favorit masyarakat setempat.

4. Jubniyah

Jubniyah merupakan salah satu makanan khas Madinah yang populer sebagai camilan. Hidangan ini berbahan dasar keju yang dicampur dengan adonan tepung, lalu dibentuk bulat dan digoreng hingga berwarna keemasan.

Saat digigit, bagian luarnya terasa renyah, sementara bagian dalamnya lembut dan gurih. Jubniyah sering disajikan sebagai teman minum teh atau kopi Arab. 

Karena ukurannya yang praktis dan rasanya yang ringan, camilan ini cocok dinikmati kapan saja, baik saat bersantai maupun berkumpul bersama keluarga.

jadwal umroh

5. Dibyaza

Jika ingin mencicipi hidangan yang jarang ditemukan di luar Arab Saudi, Dibyaza patut masuk dalam daftar kuliner yang wajib dicoba. Hidangan manis ini umumnya disajikan saat Ramadan dan berbagai acara keluarga.

Dibyaza dibuat dari campuran kurma, aprikot kering, kacang-kacangan, dan rempah-rempah yang dimasak hingga membentuk pasta kental. Rasanya manis dengan sedikit sentuhan asam dari buah kering yang digunakan. 

Kombinasi tersebut menciptakan cita rasa yang unik dan berbeda dari hidangan penutup pada umumnya.

6. Roti Sheraik

Sebagai salah satu makanan khas Madinah, Sheraik dikenal sebagai roti manis tradisional yang banyak ditemukan di toko roti lokal. Roti ini memiliki tekstur empuk dengan aroma kapulaga yang harum serta taburan wijen di bagian atasnya.

Sheraik biasanya disajikan saat sarapan atau sebagai camilan sore bersama teh hangat. Rasanya yang ringan dan tidak terlalu manis membuatnya cocok dinikmati oleh berbagai kalangan, termasuk anak-anak.

7. Quzi

Quzi merupakan hidangan istimewa yang sering hadir dalam acara besar seperti pernikahan, pertemuan keluarga, maupun jamuan resmi. 

Makanan ini terdiri dari daging kambing yang dimasak perlahan hingga sangat empuk, lalu disajikan di atas nasi berbumbu rempah.

Beberapa versi Quzi juga dilengkapi kacang-kacangan, kismis, dan sayuran sebagai pelengkap. Porsinya yang besar membuat hidangan ini biasanya dinikmati bersama-sama dalam suasana kebersamaan.

8. Chuchvara

Chuchvara adalah hidangan berupa pangsit kecil yang direbus dalam kuah kaldu gurih. 

Makanan ini berasal dari Asia Tengah, tetapi cukup populer di Madinah berkat pengaruh budaya dan perdagangan yang telah berlangsung selama berabad-abad.

Isian daging yang lembut berpadu dengan kuah hangat menjadikan Chuchvara sebagai pilihan yang cocok untuk dinikmati saat cuaca sejuk atau sebagai menu makan malam yang mengenyangkan.

9. Ful Medames

Ful Medames merupakan menu sarapan klasik yang sangat populer di Timur Tengah. Hidangan ini dibuat dari kacang fava yang dimasak hingga lunak, lalu dibumbui dengan minyak zaitun, bawang putih, dan perasan lemon.

Di Madinah, Ful Medames sering disantap bersama roti Tamees. Selain mengenyangkan, makanan ini juga dikenal kaya protein sehingga menjadi pilihan yang baik untuk memulai hari.

10. Yaghmush

Yaghmush adalah pastry gurih yang cukup populer di Madinah, terutama sebagai camilan atau menu berbuka puasa. Hidangan ini memiliki kulit yang renyah dengan isian daging cincang berbumbu, bawang, dan terkadang tambahan sayuran.

Sekilas, bentuknya menyerupai pie kecil. Namun, penggunaan rempah-rempah khas Arab memberikan cita rasa yang lebih kaya dan menggugah selera. Yaghmush paling nikmat disantap saat masih hangat karena teksturnya masih renyah.

11. Kunafa

Sebagai salah satu makanan khas Madinah yang banyak diburu jamaah, Kunafa menawarkan perpaduan rasa dan tekstur yang sulit ditolak.

Hidangan penutup ini dibuat dari adonan pastry tipis yang dipanggang hingga renyah, kemudian dipadukan dengan keju lembut atau krim.

Baca Juga: Masjid Qiblatain di Madinah, Tempat Bersejarah Perubahan Kiblat 

Setelah matang, Kunafa disiram dengan sirup manis dan sering diberi taburan kacang pistachio. Rasanya yang manis dan teksturnya yang unik menjadikannya salah satu dessert paling populer di Timur Tengah.

12. Madinian Qilabah

Madinian Qilabah merupakan hidangan nasi tradisional yang cukup dikenal di Madinah. Makanan ini biasanya terdiri dari nasi berbumbu yang dimasak bersama potongan ayam atau daging hingga seluruh bumbu meresap sempurna.

Perpaduan rempah-rempah khas Arab menghasilkan aroma yang harum dan cita rasa yang kaya. Qilabah sering disajikan dalam acara keluarga maupun perayaan tertentu, sehingga memiliki nilai budaya yang cukup kuat bagi masyarakat setempat.

13. Kabli Rice

Kabli Rice merupakan hidangan nasi yang banyak ditemukan di restoran-restoran lokal Madinah. Makanan ini menggunakan nasi berbumbu yang dimasak bersama daging kambing atau ayam, lalu dilengkapi dengan wortel, kismis, dan kacang-kacangan.

Dibandingkan beberapa hidangan nasi Timur Tengah lainnya, Kabli Rice memiliki rasa yang lebih ringan dengan sentuhan manis alami dari kismis. Kombinasi tersebut membuatnya disukai oleh jamaah dari berbagai negara.

14.Saleeg 

Saleeg merupakan salah satu makanan khas Madinah yang berasal dari wilayah Hijaz, termasuk Madinah dan Makkah. Hidangan ini cukup populer sebagai menu makan siang maupun makan malam.

Berbeda dengan kebanyakan nasi Timur Tengah yang bertekstur pera, Saleeg dibuat dari beras yang dimasak menggunakan kaldu ayam atau daging hingga sangat lembut. Setelah itu, susu ditambahkan ke dalam masakan sehingga menghasilkan tekstur yang creamy dan sedikit kental.

Hidangan ini biasanya disajikan bersama ayam panggang atau ayam bakar yang dimasak hingga kulitnya berwarna keemasan.

Untuk menambah cita rasa, masyarakat setempat sering menikmatinya dengan duggus, yaitu sambal tomat segar yang menghadirkan sensasi asam dan pedas yang menyegarkan.

15. Kurma Ajwa

Kurma Ajwa merupakan ikon kuliner Madinah yang terkenal hingga ke berbagai negara. Kurma berwarna hitam pekat ini memiliki tekstur lembut dan rasa manis yang tidak terlalu kuat.

Selain sering dikonsumsi secara langsung, kurma Ajwa juga kerap dijadikan campuran berbagai hidangan dan minuman.

Kurma Ajwa sering diburu oleh jamaah umrah dan haji untuk dijadikan oleh-oleh. Kamu dapat menemukan kurma ini dengan mudah di pasar kurma maupun pusat oleh-oleh yang tersebar di berbagai sudut kota. 

Penutup

Madinah tidak hanya dikenal sebagai salah satu kota suci umat Islam, tetapi juga memiliki kekayaan kuliner yang menarik untuk dijelajahi. Setiap hidangan menawarkan cita rasa khas yang mencerminkan budaya, tradisi, dan kehidupan masyarakat setempat.

Mencicipi berbagai kuliner tersebut dapat menjadi pengalaman yang melengkapi perjalanan ibadah selama berada di Kota Nabi. Selain menikmati kelezatan makanan khas Timur Tengah, kamu juga bisa mengenal lebih dekat sisi lain dari Madinah yang tidak kalah menarik.

Jika ingin memiliki waktu yang lebih fleksibel untuk beribadah sekaligus mengeksplorasi berbagai pengalaman selama di Tanah Suci, kamu dapat mempertimbangkan layanan Private Umroh dari Annisa Travel yang dirancang sesuai kebutuhan perjalananmu. 

Untuk informasi lebih lanjut mengenai paket dan jadwal keberangkatan, silakan hubungi tim Annisa Travel melalui WhatsApp di 0811 356 7777.

Bagikan:

Diskon Spesial Milad Annisa

Tags

Galmare Yulia R

A passionate storyteller who loves creating words that inform and inspire.

Leave a Comment