Pernahkah kamu mendengar tentang Masjid Qiblatain? Masjid bersejarah di Madinah ini dikenal sebagai saksi peristiwa perubahan arah kiblat umat Muslim, dari Masjidil Aqsa di Yerusalem menuju Ka’bah di Masjidil Haram.
Dalam rangkaian perjalanan umroh bersama Annisa Travel, kamu pun berkesempatan mengunjungi masjid yang memiliki nilai sejarah penting bagi perkembangan Islam ini secara langsung.
Lalu, seperti apa sejarah dan keunikan Masjid Qiblatain? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.
Peristiwa Besar di Masjid Qiblatain: Titik Balik Sejarah Islam

Masjid Qiblatain memiliki sejarah yang sangat penting dalam perkembangan Islam. Nama “Qiblatain” sendiri berarti “dua kiblat”, merujuk pada peristiwa perubahan arah kiblat umat Muslim yang terjadi di masjid ini.
Pada awal masa Islam, umat Muslim melaksanakan sholat dengan menghadap ke Masjidil Aqsa di Yerusalem. Namun pada bulan Sya’ban tahun ke-2 Hijriah, Rasulullah SAW menerima wahyu untuk mengubah arah kiblat menuju Ka’bah di Mekkah.
Baca Juga: Masjid Al-Ghamamah: Jejak Sejarah di Dekat Masjid Nabawi
Peristiwa tersebut terjadi ketika Nabi Muhammad SAW sedang mengimami sholat Dzuhur berjamaah. Di tengah shaolat, turun wahyu melalui Surah Al-Baqarah ayat 144:
“Sungguh Kami melihat wajahmu kerap menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkanmu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram…”
Setelah menerima wahyu tersebut, Rasulullah SAW langsung mengubah arah sholat menuju Ka’bah. Para sahabat yang menjadi makmum pun segera mengikuti arah baru tersebut.
Momen perubahan arah kiblat inilah yang kemudian menjadi salah satu titik penting dalam sejarah Islam.
Sejak saat itu, umat Muslim di seluruh dunia menghadap ke Ka’bah di Masjidil Haram sebagai arah kiblat dalam sholat.
Transformasi Bangunan Masjid Qiblatain
Masjid Qiblatain telah mengalami beberapa kali renovasi hingga kini mampu menampung ribuan jamaah dalam satu waktu.
Renovasi terakhir dilakukan pada tahun 1987 M pada masa pemerintahan King Fahd bin Abdulaziz dengan tetap mempertahankan nilai sejarah dan nuansa spiritualnya.
Proses renovasi ini juga melibatkan rancangan Abdel-Wahed El-Wakil, arsitek asal Mesir yang dikenal dengan karya-karya arsitektur Islam modernnya.
Kini, Masjid Al Qiblatain memiliki luas sekitar 4.000 meter persegi dan terdiri dari tiga lantai utama, yaitu:
- Lantai dasar digunakan sebagai area wudhu, ruang penyimpanan, serta tempat tinggal imam dan muadzin.
- Lantai utama menjadi ruang sholat utama dengan luas sekitar 1.250 meter persegi.
- Lantai atas difungsikan sebagai area sholat khusus perempuan seluas sekitar 400 meter persegi.
Masjid ini dikenal memiliki arsitektur khas Timur Tengah dengan dominasi warna putih yang memberikan kesan sederhana namun tetap megah.
Bagian eksteriornya menggunakan batu putih berkualitas tinggi yang membantu memantulkan panas matahari Madinah, sehingga bangunan tetap tampak cerah dan terasa lebih sejuk.
Keunikan Arsitektur di Masjid Qiblatain

1. Menara Kembar yang Ikonik
Salah satu ciri khas Masjid Qiblatain adalah keberadaan dua menara kembar di sisi kanan dan kiri bangunan utama. Desain simetris tersebut menjadi elemen yang paling mudah dikenali dari masjid ini.
Gaya arsitekturnya memadukan nuansa Islam modern dengan bentuk bangunan yang tetap sederhana dan elegan.
2. Jejak Dua Mihrab
Keunikan paling terkenal dari Masjid Qiblatain adalah jejak dua arah kiblat yang pernah digunakan. Dahulu, masjid ini memiliki dua mihrab yang menghadap ke arah berbeda.
Satu mihrab mengarah ke Masjidil Aqsa di Yerusalem sebagai kiblat lama, sementara mihrab lainnya mengarah ke Ka’bah di Masjidil Haram sebagai kiblat baru umat Islam.
Meskipun saat ini hanya mihrab yang menghadap Mekkah yang digunakan untuk sholat, jejak arah kiblat lama masih dipertahankan sebagai bagian dari sejarah masjid.
3. Struktur Kubah Ganda
Masjid Qiblatain juga memiliki dua kubah utama yang menjadi bagian penting dari desain bangunannya.
Kedua kubah tersebut memiliki tinggi sekitar 20 meter dan 17 meter, serta dilengkapi beberapa kubah kecil dengan tinggi mencapai 12 meter.
Kubah utama berada di atas ruang sholat utama yang menghadap ke arah Mekkah. Sementara itu, kubah kedua ditempatkan searah dengan kiblat pertama sebagai simbol sejarah perpindahan arah kiblat umat Islam.
4. Interior yang Nyaman dan Terang
Bagian interior masjid dirancang dengan pencahayaan alami yang masuk melalui jendela-jendela geometris di sekitar kubah. Hal tersebut membuat area sholat terasa terang namun tetap sejuk.
Baca Juga: Berkunjung ke Masjid Quba: Menyelami Sejarah & Keistimewaannya
Lantai marmer dengan ornamen kaligrafi sederhana semakin menambah suasana tenang bagi jamaah yang datang beribadah maupun melakukan wisata religi di Madinah.
5. Halaman Luar yang Luas
Masjid Qiblatain memiliki area halaman luar yang cukup luas dan bersih untuk menampung jamaah saat kondisi masjid ramai.
Di beberapa bagian halaman juga terdapat payung peneduh otomatis yang membantu melindungi jamaah dari cuaca panas Madinah, terutama saat sholat Jumat maupun musim umroh.
Seberapa Jauh Jarak Masjid Qiblatain dari Masjid Nabawi?
Masjid Qiblatain berada di wilayah barat laut Kota Madinah. Lokasi tepatnya ada di Khalid Ibn Al Walid Rd, Al Qiblatayn, Madinah 42312 dan berjarak sekitar 5–7 kilometer dari Masjid Nabawi.
Perjalanan menuju masjid ini biasanya memakan waktu sekitar 10–15 menit menggunakan kendaraan, tergantung kondisi lalu lintas.
Bersama Annisa Travel, kamu akan diajak mengunjungi masjid bersejarah ini menggunakan bus yang nyaman dan ber-AC.
Agenda kunjungan sudah termasuk dalam rangkaian perjalanan umroh sehingga jamaah dapat menikmati wisata religi dengan lebih praktis dan nyaman.
Mau Melihat Langsung Kemegahan Masjid Qiblatain?
Mengunjungi Masjid Qiblatain tentu menjadi pengalaman yang berkesan, terutama karena masjid ini memiliki nilai sejarah penting dalam perkembangan Islam.
Untuk mengunjunginya dengan lebih nyaman dan praktis, berangkat umroh bersama Annisa Travel bisa menjadi pilihan.
Selain beribadah, kamu juga dapat melihat langsung keunikan arsitektur masjid dan suasana religi di sekitar kawasan Madinah melalui agenda city tour.
Tertarik umroh? Kamu bisa mengecek jadwal keberangkatan umroh reguler maupun memilih program Umroh Private untuk pengalaman perjalanan yang lebih eksklusif dan fleksibel.
Konsultasikan kebutuhan perjalananmu langsung bersama tim Annisa Travel melalui WhatsApp di 0811 356 7777.
Kuota keberangkatan terbatas dan pendaftaran sudah bisa dilakukan dengan DP mulai dari Rp10 juta.









