Bagi umat Muslim, berkunjung ke Masjid Nabawi di Madinah adalah impian besar. Terlebih jika kamu berkesempatan beribadah di area Raudhah yang begitu istimewa.
Namun, masjid ini tidak hanya menyimpan keutamaan spiritual. Ada satu hal unik yang selalu menarik perhatian jamaah, yaitu payung-payung raksasa yang menjulang di pelatarannya.
Apa saja fakta menarik di balik payung Masjid Nabawi ini? Yuk simak selengkapnya di bawah ini.
1. Jumlahnya Mencapai 250 Unit
Payung Masjid Nabawi berjumlah sekitar 250 unit yang terpasang di pelataran masjid. Pada tahap awal, sebanyak 182 payung dipasang, kemudian ditambah lagi 68 unit hingga mencapai total 250.
Pemasangan ini merupakan bagian dari pengembangan area pelataran Masjid Nabawi pada tahun 2010 melalui proyek bernama Medina Haram Piazza Project.
Baca Juga: Doa Masuk Kota Madinah: Panduan bagi Jamaah Umroh dan Haji
Proyek besar ini melibatkan perusahaan dan ahli dari berbagai negara, seperti SL-Rasch GmbH sebagai perancang arsitektur, Liebherr Group dari Jerman sebagai produsen struktur utama, serta Taiyo Kogyo dari Jepang sebagai produsen bahan kanopi.
Kolaborasi internasional ini memastikan payung-payung tersebut memiliki kualitas dan teknologi terbaik untuk kenyamanan jamaah.
2. Ukuran Raksasa yang Meneduhkan Area Luas
Setiap payung raksasa di Masjid Nabawi memiliki bentang sekitar 25,5 × 25,5 meter saat terbuka penuh, sehingga mampu menaungi area yang sangat luas.
Jika seluruh 250 payung ini dibuka secara bersamaan, area teduh yang tercipta dapat mencapai kurang lebih 143.000 meter persegi.
Tingginya pun mengesankan. Saat terbuka, payung-payung ini dapat mencapai tinggi sekitar 15 hingga 22 meter, tergantung tipe dan posisi pemasangannya di pelataran masjid.
3. Terbuat dari Bahan PTFE yang Tahan Panas
Kanopi payung raksasa ini menggunakan kain PTFE (Polytetrafluoroethylene), sebuah material yang dikenal tahan panas, anti-UV, dan mampu bertahan dari kondisi cuaca ekstrem.
Struktur rangkanya dibuat dari baja serta serat karbon sehingga tetap kokoh, ringan, dan awet untuk pemakaian jangka panjang.
Kombinasi material tersebut membuat payung mampu bekerja optimal di iklim padang pasir Madinah yang sangat panas, dengan suhu siang hari yang bisa melampaui 45°C.

4. Dilengkapi Teknologi Otomatis yang Canggih
Payung Masjid Nabawi memiliki sistem buka tutup otomatis berbasis hidrolik dan kontrol komputer. Seluruh payung bisa terbuka atau tertutup hanya dalam waktu sekitar tiga menit tanpa saling bertabrakan.
Sensor cahaya dan cuaca membuat payung bekerja real time. Saat matahari terik, payung terbuka perlahan untuk memberikan keteduhan dan kenyamanan jamaah. Jika hujan atau angin kencang, payung menutup untuk menjaga keamanan.
Sistem ini juga dapat dikendalikan jarak jauh dan disesuaikan dengan kondisi harian serta kebutuhan jamaah agar tetap efisien.
5. Terbuka dan Tertutup pada Waktu Tertentu
Payung-payung raksasa di Masjid Nabawi dirancang agar terbuka otomatis mulai pukul 7 pagi, sebelum jamaah memulai ibadah atau mengunjungi pelataran masjid.
Selama siang hari, payung memberikan keteduhan yang cukup luas sehingga jamaah tetap nyaman meski berada di luar masjid.
Sistem ini menutup secara otomatis sekitar pukul 5 sore, ketika intensitas matahari mulai menurun. Penutupan otomatis juga menjaga keamanan dan kenyamanan jamaah dari cuaca yang tidak menentu, seperti hujan, angin kencang, atau badai pasir ringan.
Dengan mekanisme ini, pelataran masjid tetap aman dan nyaman sepanjang hari, sekaligus meminimalkan risiko kerusakan pada payung itu sendiri.
6. Memberikan Perlindungan Maksimal bagi Jamaah
Fungsi utama payung di Masjid Nabawi adalah memberikan naungan dan melindungi jamaah dari panas matahari, terik, dan hujan.
Baca Juga: 5 Warna Pintu Masjid Nabawi: Panduan Lengkap Sebelum ke Madinah
Selain itu, payung juga mengurangi pantulan panas dari lantai marmer, sehingga jamaah tetap nyaman beribadah meski berada di luar ruangan.
Area teduh yang luas dilengkapi sistem ventilasi dan beberapa payung memiliki misting fans untuk menyemprot kabut air saat suhu sangat tinggi. Dengan begitu, pelataran masjid terasa lebih sejuk dan nyaman untuk sholat atau aktivitas lain.
Perlindungan ini sangat penting terutama di musim haji dan umroh, ketika jumlah jamaah membludak, sehingga kenyamanan tetap terjaga meski berada di luar masjid.
7. Desain Estetis yang Menyatu dengan Keindahan Masjid Nabawi
Selain fungsi praktis, payung-payung di Masjid Nabawi menonjol karena keindahannya. Bentuknya harmonis dengan arsitektur masjid, menciptakan pemandangan menawan saat terbuka.
Di setiap sudut payung terdapat ornamen bintang delapan, kaligrafi ayat-ayat suci, dan detail khas Timur Tengah.
Desainnya menyerupai kelopak bunga mekar dengan sentuhan emas, terinspirasi arsitektur Islam, sekaligus memastikan sirkulasi udara di bawahnya tetap lancar sehingga jamaah merasa sejuk dan nyaman.
Penutup
Payung-payung raksasa Masjid Nabawi bukan hanya memukau secara visual, tetapi juga menjadi bagian penting yang menjaga kenyamanan jamaah saat beribadah.
Desainnya yang anggun, teknologi canggih, hingga mekanisme buka-tutup yang begitu presisi, semuanya dirancang untuk menghadirkan pengalaman ibadah yang lebih tenang dan khusyuk.
Kalau kamu ingin merasakan langsung bagaimana megahnya payung-payung ini menaungi pelataran masjid, kamu bisa ikut jadwal keberangkatan umroh terdekat bersama Annisa Travel.
Dengan pendampingan yang ramah, itinerary yang tertata, serta layanan yang memudahkan jamaah, perjalanan ibadahmu akan terasa jauh lebih tenang dan terarah.
Semoga langkahmu menuju Tanah Suci semakin dekat, dan pengalaman beribadah di Masjid Nabawi menjadi momen yang tak terlupakan.









