Miqat: Titik Awal Suci dalam Perjalanan Umroh dan Haji

Fitria Zahrah

Miqat adalah istilah yang merujuk pada tempat atau titik tertentu yang telah ditetapkan untuk memulai ihram dalam perjalanan ibadah Umroh dan Haji.

Ihram adalah kegiatan yang harus dilakukan oleh setiap jamaah sebelum melakukan rukun-rukun lainnya dalam haji atau umroh. Dengan mengenakan pakaian ihram dan melafalkan niat maka perjalan ibadah haji dan umroh dimulai.

Jenis-Jenis Miqat

Miqat terbagi menjadi dua jenis yaitu Miqat Zamani (waktu) dan Miqat Makani (tempat).

  1. Miqat Zamani: Waktu tertentu di mana ibadah Haji boleh dilakukan, yaitu pada bulan-bulan haji: Syawal, Dzulqa’dah, dan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.
  2. Miqat Makani: Tempat-tempat tertentu yang telah ditetapkan bagi jemaah untuk memulai ihram. Setiap jemaah yang melewati miqat makani wajib mengenakan ihram dan mengucapkan niat.

Lokasi Miqat Makani

Berikut adalah beberapa lokasi miqat yang penting untuk diketahui oleh jemaah Umroh dan Haji:

Baca Juga: Bir Ali: Tempat Miqat Bersejarah di Tanah Suci

  1. Dhul Hulaifah (Abyar Ali): Miqat ini terletak sekitar 9 kilometer dari Madinah. Ini adalah miqat bagi mereka yang datang dari arah Madinah atau yang melewatinya.
  2. Al-Juhfah: Terletak sekitar 187 kilometer dari Makkah, miqat ini digunakan oleh jemaah dari arah Syam (Suriah, Yordania, Palestina, dan Lebanon).
  3. Qarn al-Manazil (As-Sail al-Kabeer): Miqat ini terletak sekitar 94 kilometer dari Makkah dan digunakan oleh jemaah dari arah Najd (Riyadh dan sekitarnya).
  4. Yalamlam: Terletak sekitar 92 kilometer dari Makkah, miqat ini digunakan oleh jemaah dari arah Yaman.
  5. Dhat Irq: Terletak sekitar 94 kilometer dari Makkah, miqat ini digunakan oleh jemaah dari arah Irak dan wilayah timur lainnya.

Proses Memulai Ihram di Miqat

Ketika jemaah mencapai miqat, mereka harus melakukan beberapa langkah berikut untuk memulai ihram:

  1. Mandi (Ghusl): Disunnahkan untuk membersihkan diri dengan mandi sebelum mengenakan pakaian ihram.
  2. Berpakaian Ihram: Laki-laki harus mengenakan dua helai kain ihram, sementara wanita mengenakan pakaian sederhana yang menutup aurat tanpa pola atau hiasan.
  3. Niat: Melafalkan niat ihram untuk Umroh atau Haji, tergantung pada jenis ibadah yang akan dilakukan.
  4. Doa: Membaca doa-doa yang dianjurkan setelah mengenakan ihram.

Baca Juga: Bacaan Talbiyah Lengkap untuk Ibadah Haji dan Umroh

Miqat memiliki signifikansi yang sangat penting dalam ibadah Umroh dan Haji.

Mematuhi aturan miqat menunjukkan ketaatan jamaah terhadap ketentuan syariat dan merupakan langkah awal dalam memasuki keadaan ihram.

Hal ini juga mencerminkan kesucian dan kesiapan spiritual jemaah untuk melaksanakan ibadah yang memerlukan pengorbanan dan ketulusan.

Melanggar ketentuan miqat dapat mengakibatkan denda (dam), sehingga sangat penting bagi setiap jemaah untuk memahami dan mematuhi aturan-aturan yang berlaku terkait miqat.

Kesimpulan

Miqat adalah titik atau tempat yang ditentukan bagi jamaah untuk mulai mengenakan pakaian ihram bagi laki-laki, sementara wanita mengenakan pakaian sederhana yang menutup aurat tanpa pola atau hiasan.

Seperti Itinerary Umroh Annisa Travel yang selalu mengawali ibadah haji dan umroh dari Madinah dan memulai ihram di Bir Ali.

Dengan memulai ihram dari miqat ini, jamaah telah melaksanakan satu rukun umroh dan haji, mengikuti jejak Nabi Muhammad SAW yang juga memulai ihramnya dari tempat yang sama.

Bagikan:

Tags

Fitria Zahrah

Annisa News - Copy Writer

2 thoughts on “Miqat: Titik Awal Suci dalam Perjalanan Umroh dan Haji”

  1. Pingback: Profil Singkat Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Wafat di Usia 61 Tahun
  2. Pingback: Keajaiban Berpuasa di 10 Muharram

Leave a Comment