Jamaah Harus Memiliki Visa Haji untuk Wukuf di Arafah!

Fitria Zahrah

Dilansir dari republika.co.id, Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Nasrullah Jasam, menegaskan bahwa untuk berwukuf di Arafah, calon jamaah haji wajib memiliki visa haji.

Selain itu, Arab Saudi juga memperkenalkan penggunaan smart card (kartu pintar) mulai tahun ini.

Kartu pintar ini berfungsi sebagai identitas bagi jamaah saat masuk ke wilayah Arafah.

Baca Juga: Ini Dia 7 Kota Menarik yang Patut Dikunjungi Selama Umroh!

Menariknya, pemerintah Arab Saudi dapat melacak apakah jamaah tersebut telah memenuhi persyaratan haji melalui kartu pintar ini.

Petugas Maktab secara bertahap akan mengaktifkan smart card ini dan membagikannya kepada jamaah.

Kartu ini akan diperiksa ketika jamaah memasuki wilayah masyair, termasuk Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Sebagai Konsul Haji, Nasrullah juga menyampaikan bahwa saat ini terjadi pengetatan pemeriksaan dokumen jamaah oleh petugas Arab Saudi di berbagai tempat, termasuk di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Apa itu Wukuf di Arafah?

Wukuf di Arafah adalah salah satu rukun haji yang paling penting. Dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, wukuf di Arafah mengharuskan para jamaah haji untuk hadir di padang Arafah dari waktu dzuhur hingga maghrib.

Wukuf di Arafah dianggap sebagai puncak dari seluruh rangkaian ibadah haji. Keberadaan di Arafah pada waktu tersebut adalah syarat sahnya ibadah haji.

Rasulullah SAW bersabda, “Haji adalah Arafah,” yang berarti bahwa wukuf di Arafah adalah inti dari ibadah haji.

Mengapa Wukuf di Arafah Menjadi Penting?

Dengan memahami bahwa wukuf di Arafah adalah puncak dan inti dari seluruh rangkaian ibadah haji, kita dapat lebih menghargai makna dan keutamaan dari momen sakral ini.

Keberadaan di padang Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah, dari dzuhur hingga maghrib, bukan hanya syarat sahnya haji, tetapi juga saat di mana doa dan permohonan kita dihadapkan langsung kepada Allah SWT.

Maka perbanyaklah doa saat Anda sedang Wukuf di Arafah. Sebagai contoh Anda bisa membaca doa Istiqomah dalam taubat sebagai berikut:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً تَصْلُحُ بِهَا شَأْنِي فِي الدَّارَيْنِ وَارْحَمْنِي رَحْمَةً وَاسِعَةً أَسْعَدُ بِهَا فِي الدَّارَيْنِ وَتُبْ عَلَيَّ تَوْبَةً نَصُوْحًا لَا أَنْكُثُهَا أَبَدًا وَأَلْزِمْنِي سَبِيْلَ الاِسْتِقَامَةِ لَا أَزِيْغُ عَنْهَا أَبَدًا 

Allāhummaghfir lī maghfiratan tashluhu bihā sya’nī fid dārayn, warhamnī rahmatan wāsi‘atan as‘adu bihā fid dārayn, wa tub ‘alayya taubatan nashūhā lā ankutsuhā abadā, wa alzimnī sabīlal istiqāmah lā azīghu ‘anhā abadā.

Artinya, “Ya Allah, ampunilah aku dengan ampunan yang membuat maslahat urusanku di dunia dan akhirat. Berikanlah aku rahmat-Mu yang luas di mana aku dapat bahagia di dunia dan akhirat. Bimbinglah aku dalam tobat nashuha yang mana aku takkan melanggarnya lagi selamanya. Ikatlah aku di jalan istiqamah yang mana aku takkan menyimpang darinya selamanya.”

Semoga kita semua diberikan kesempatan untuk menunaikan ibadah haji dan menjalani wukuf di Arafah, serta meraih haji yang mabrur. Aamiin.

Bagikan:

Tags

Fitria Zahrah

Annisa News - Copy Writer

Leave a Comment